Thursday, December 2, 2010

Uniknya Dompet dari Kulit Ikan Pari

Bandung - Dompet berbahan kulit binatang seperti Sapi atau Domba mungkin sudah biasa. Tapi kalau kulitnya berasal dari Ikan Pari, ungkin kebanyakan di antara Anda belum mengetahuinya. Seperti apa ya?

Dari teksturnya, kulit hewan berekor panjang yang hidup di laut itu memiliki ciri khas khusus yaitu berbintik timbul, yang terasa saat dipegang.

"Banyak yang kaget pas saya bilang dompet ini berasal dari kulit Ikan Pari. Memang dompet kulit Ikan Pari ini masih awam terdengar di masyarakat," ujar Hera (42) seorang perajin kulit Ikan Pari saat ditemui dalam acara Pameran Pesona Potensi Jogja di Mal Bandung Indah Plaza (BIP).

Hera menuturkan, dirinya telah bergelut di kerajinan kulit khusus pembuatan dompet sejak tahun 1996. Namun karena minat pasar semakin lesu maka ia pun melirik bahan lain yang ternyata mulai disukai.

"3 tahun terakhir ini saya mulai pakai kulit Ikan Pari karena yang peminatnya mulai banyak," tuturnya.

Bahan kulit, Hera dapatkan dari Semarang. Pewarnaan kulit Ikan Pari sendiri menggunakan teknik air brush sehingga warnanya pun terlihat kuat dan terang.

"Dengan teknik air brush, warna jadi lebih awet," tuturnya.

Terlihat, pewarnaan kulit terlihat rapi dengan warna yang kuat dan terang. Motifnya, ada yang warna polos, motif macan, dan motif menyerupai laba-laba.

Oya, ada juga ciri khas dari si kulit Ikan Pari, yaitu adanya bentuk pipih di dimana itu merupakan bagian punggung ikan.

Harga kerajinan kulit dari Ikan Pari memang lebih mahal dari kulit Sapi ata Domba yang biasa digunakan. Harga dompet kulit Ikan Pari mulai dari Rp 200 ribu untuk model dompet lipat untuk pria, hingga Rp 400 ribu untuk dompet wanita yang lebih bervariasi bentuknya.

"Banyak yang tertarik dengan dompet Ikan Pari ini, tapi pas tanya harganya malah pada enggak berani," kata Hera sambil tergelak. Ia menyebut, memang segmen pasar untuk dompet kulit Ikan Pari ini adalah kalangan menengah ke atas.

Selain dibuat dompet, kulit Ikan Pari juga digunakan untuk membuah ikat pinggang dan gantungan kunci.

Harga dompet gantungan kunci (untuk menyimpan kunci dan STNK-red) harganya Rp 70 ribu. Sementara ikat pinggang harganya Rp 750 ribu. Wow!

Produk kulit Ikan Pari ini ternyata telah diekspor ke beberapa negara, diantaranya Taiwan dan Amerika.


Dompet dari Kulit Ikan Pari Tahan Sayatan Pisau Lho!

Selain memiliki tekstur yang unik, kelebihan dari kulit Ikan Pari adalah tahan lama dan kuat. Sampai lebih dari 10 tahun, kulit kondisi kulit akan tetap bagus. Si kulit Ikan Pari ini juga tahan dari sayatan benda tajam seperti pisau loh!

Hal itu diungkapkan perajin kulit Ikan Pari Hera saat ditemui dalam acara Pameran Pesona Potensi Jogja 2010 di Mal Bandung Indah Plaza (BIP) Jalan Merdeka.

"Bahan kulit pari ini awet dan kuat sekali. Sampai 10 tahun masih tetap bagus. Mau disayat pisau seperti ini juga ga akan sobek," ujar Hera sambil mempraktekkan menyayat kulit Ikan Pari yang masih bahan mentah dengan cutter tajam.

Warna yang menempel pada dompet dan ikat pinggang kulit Pari pun menurut Hera akan bertahan lama karena menggunakan teknik air brush.

Untuk membuat 1 buah dompet, diperlukan 1 lembar kulit ikan pari. Harga kulit Ikan Pari yang masih mentah yaitu sekitar Rp 10 ribu per inci-nya.

Sebagai ciri khas dompet kulit Ikan Pari, setiap dompet pasti memiliki tanda berupa bentuk pipih memangjang. Bentuk tersebut terdapat pada punggung Pari.

Ikan Pari yang kulitnya digunakan untuk kerajinan, berasal dari Kota Semarang, atau Pantai Utara. "Kalau dibilang langka, bisa iya bisa enggak. Soalnya Ikan Pari di laut itu memang enggak banyak," katanya.

Sejak hari pertama pameran, Senin (22/11/2010) Hera mengaku baru laku 1 buah dompet saja. Ia pun maklum karena harga dompet kulit Ikan Pari tidak seperti dompet kulit biasa.

[sumber: bandung.detik.com/]

No comments:

Post a Comment