
Jakarta - Di pameran mobil klasik, mobil-mobil yang pernah dipakai Presiden Indonesia pertama Bung Karno turut dipamerkan. Mobil ini rupanya sempat hampir jatuh ke tangan hartawan dari India.
Mobil Bung Karno yang dipamerkan di pameran mobil klasik kali ini ada dua mobil yaitu mobil keluaran Amerika Chrysler Imperial Cabriolet Limousine tahun 1959 dan mobil keluaran Rusia ZIL 111 Limousine tahun 1951.
"Saya mendapatkan mobil ini pada tahun 1987, waktu itu mobil-mobil presiden pertama kita ini mau dilelang dan dibeli oleh orang kaya yang berasal dari India. Setelah saya mendapat kabar tersebut akhirnya saya bersama PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) menyelamatkannya agar jangan sampai jatuh ke tangan bangsa lain," ujar pemilik mobil Bung Karno saat ini Hartawan Setjodiningrat yang biasa dipanggil Hauwkee ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (23/12/2010).
Hauwkee mengaku lupa berapa uang yang harus dikeluarkannya ketika menebus mobil Bung Karno tersebut. "Harganya saya lupa, karena itu sudah lama sekali," ujarnya.
Hauwkee mengaku memiliki mobil presiden sebanyak 5 unit. Tapi yang ditunjukkan pada ajang ini hanya 2 presiden. Salah satu mobil sengaja dibiarkan tetap 'jelek' agar orisinalitasnya terjaga.
"Karena saya ingin menunjukkan bahwa mobil ini mobil lama dan memiliki nilai sejarah tinggi. Jadi apabila orang melihatnya bagaikan berada di mesin waktu," katanya.
Jika berbicara tentang sejarah mobil, tentu banyak sekali. Mobil Imperial yang berwarna merah ini menurutnya senang dipakai Soekarno sambil membuka atap mobilnya agar terlihat oleh para rakyat. "Tapi tidak hanya itu Soekarno berjalan sambil didorong, ini dimaksudkan agar Soekarno berada dekat dengan rakyatnya," ujarnya
Mobil Bung Karno yang dipamerkan di pameran mobil klasik kali ini ada dua mobil yaitu mobil keluaran Amerika Chrysler Imperial Cabriolet Limousine tahun 1959 dan mobil keluaran Rusia ZIL 111 Limousine tahun 1951.
"Saya mendapatkan mobil ini pada tahun 1987, waktu itu mobil-mobil presiden pertama kita ini mau dilelang dan dibeli oleh orang kaya yang berasal dari India. Setelah saya mendapat kabar tersebut akhirnya saya bersama PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) menyelamatkannya agar jangan sampai jatuh ke tangan bangsa lain," ujar pemilik mobil Bung Karno saat ini Hartawan Setjodiningrat yang biasa dipanggil Hauwkee ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (23/12/2010).
Hauwkee mengaku lupa berapa uang yang harus dikeluarkannya ketika menebus mobil Bung Karno tersebut. "Harganya saya lupa, karena itu sudah lama sekali," ujarnya.
Hauwkee mengaku memiliki mobil presiden sebanyak 5 unit. Tapi yang ditunjukkan pada ajang ini hanya 2 presiden. Salah satu mobil sengaja dibiarkan tetap 'jelek' agar orisinalitasnya terjaga.
"Karena saya ingin menunjukkan bahwa mobil ini mobil lama dan memiliki nilai sejarah tinggi. Jadi apabila orang melihatnya bagaikan berada di mesin waktu," katanya.
Jika berbicara tentang sejarah mobil, tentu banyak sekali. Mobil Imperial yang berwarna merah ini menurutnya senang dipakai Soekarno sambil membuka atap mobilnya agar terlihat oleh para rakyat. "Tapi tidak hanya itu Soekarno berjalan sambil didorong, ini dimaksudkan agar Soekarno berada dekat dengan rakyatnya," ujarnya


No comments:
Post a Comment