akarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak ingin publik disajikan berita yang dianggapnya tidak sesuai fakta. Karena itu, Ical, panggilan Aburizal Bakrie, melaporkan sedikitnya lima media ke Dewan Pers.
"Agar tidak ada pembodohan dan pembohongan terhadap publik. Berita bohong yang sudah dibantah, terus disiarkan. Ini buat pembelajaran," ujar Ical di Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Sebagaimana diberitakan, Ical merasa ada pembunuhan karakter dari berita tentang isu dirinya bertemu dengan Gayus. Berita yang disajikan telah memutarbalikan fakta yang sesungguhnya serta menjadi fitnah.
"Agar tidak ada pembodohan dan pembohongan terhadap publik. Berita bohong yang sudah dibantah, terus disiarkan. Ini buat pembelajaran," ujar Ical di Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Sebagaimana diberitakan, Ical merasa ada pembunuhan karakter dari berita tentang isu dirinya bertemu dengan Gayus. Berita yang disajikan telah memutarbalikan fakta yang sesungguhnya serta menjadi fitnah.
Isu Ical bertemu dengan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan di Bali, awal November, sudah dibantah. Tetapi tetap saja beberapa media massa membahas masalah tersebut.
Karena itu, kuasa hukum Ical, Aji Wijaya, mendatangi Gedung Dewan Pers, Jakarta, pukul 10.00 WIB, hari ini. "Sudah dilaporkan hari ini ke Dewan Pers, pukul 10.00 WIB. Lawyer saya yang ke sana," ujar Ical.
Lima media yang dilaporkan Ical adalah Kompas, SCTV, MetroTV, Media Indonesia, dan detikcom.


No comments:
Post a Comment