
Jakarta - Keluarga proklamator Bung Hatta lapor ke polisi setelah memastikan lukisan karya Basoeki Abdullah senilai Rp 6 miliar yang mereka miliki diganti dengan yang palsu.
Laporan itu dilakukan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono pada Senin 27 Desember 2010, pukul 14.30 WIB ke Polsek Menteng.
Berikut petikan surat tanda bukti lapor bernomor 474/K/XII/2010/SEK MT tersebut:
"Pada hari Minggu tanggal 14 November 2010 sekitar jam 12.00 WIB di rumah Bung Hatta Jalan Diponegoro 57, Menteng, Jakarta Pusat, baru disadari telah terjadi pencurian satu buah lukisan asli Basoeki Abdullah bergambar penggembala dan kerbau yang berada di rumah Bung Hatta Jalan Diponegoro 57, Menteng, Jakarta Pusat. Adapun kejadian tersebut diketahui oleh pelapor dengan cara membandingkan dengan rekaman CD yang berisi lukisan asli tersebut dan ternyata palsu serta diperkirakan pelaku melakukan pencurian dengan cara menukar lukisan yang asli dengan yang palsu dan atas kerugian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp 6 miliar dan persoalannya dilaporkan ke Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat untuk pengusutan lebih lanjut."
Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala SPK Unit B, Aiptu Gunarto, yang mengatasnamakan Kapolsek Metro Menteng.
Sebelumnya, suami Meutia Hatta, Prof Dr Sri Edi Swasono mengaku dirinya tidak tahu persis kapan lukisan itu hilang. Hanya saja, sekitar April 2010, Edi merasa masih melihat lukisan yang asli. Pada November 2010 itulah, dia merasa ada yang janggal dengan lukisan penggembala dan kerbau yang terpajang di rumah Bung Hatta yang kini ditinggali oleh anak bungsu Bung Hatta, Halida Hatta.
Keluarga Bung Hatta telah menghubungi berbagai pihak untuk memastikan bahwa lukisan bergambar gembala dan kerbau yang sekarang berada di rumah Bung Hatta palsu. Keluarga membandingkan lukisan yang sekarang bertengger di rumah Bung Hatta dengan foto-foto lama.
Lukisan yang hilang menggambarkan tiga ekor kerbau. Di salah satu kerbau bertengger penggembala bertopi caping dan bertelanjang dada. Seorang penggembala bercaping lainnya juga tampak dalam lukisan tersebut.
Laporan itu dilakukan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono pada Senin 27 Desember 2010, pukul 14.30 WIB ke Polsek Menteng.
Berikut petikan surat tanda bukti lapor bernomor 474/K/XII/2010/SEK MT tersebut:
"Pada hari Minggu tanggal 14 November 2010 sekitar jam 12.00 WIB di rumah Bung Hatta Jalan Diponegoro 57, Menteng, Jakarta Pusat, baru disadari telah terjadi pencurian satu buah lukisan asli Basoeki Abdullah bergambar penggembala dan kerbau yang berada di rumah Bung Hatta Jalan Diponegoro 57, Menteng, Jakarta Pusat. Adapun kejadian tersebut diketahui oleh pelapor dengan cara membandingkan dengan rekaman CD yang berisi lukisan asli tersebut dan ternyata palsu serta diperkirakan pelaku melakukan pencurian dengan cara menukar lukisan yang asli dengan yang palsu dan atas kerugian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp 6 miliar dan persoalannya dilaporkan ke Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat untuk pengusutan lebih lanjut."
Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala SPK Unit B, Aiptu Gunarto, yang mengatasnamakan Kapolsek Metro Menteng.
Sebelumnya, suami Meutia Hatta, Prof Dr Sri Edi Swasono mengaku dirinya tidak tahu persis kapan lukisan itu hilang. Hanya saja, sekitar April 2010, Edi merasa masih melihat lukisan yang asli. Pada November 2010 itulah, dia merasa ada yang janggal dengan lukisan penggembala dan kerbau yang terpajang di rumah Bung Hatta yang kini ditinggali oleh anak bungsu Bung Hatta, Halida Hatta.
Keluarga Bung Hatta telah menghubungi berbagai pihak untuk memastikan bahwa lukisan bergambar gembala dan kerbau yang sekarang berada di rumah Bung Hatta palsu. Keluarga membandingkan lukisan yang sekarang bertengger di rumah Bung Hatta dengan foto-foto lama.
Lukisan yang hilang menggambarkan tiga ekor kerbau. Di salah satu kerbau bertengger penggembala bertopi caping dan bertelanjang dada. Seorang penggembala bercaping lainnya juga tampak dalam lukisan tersebut.
[sumber: detik.com]


No comments:
Post a Comment