"Istigosah ini untuk mendoakan para korban bencana di Wasior, Merapi, dan Mentawai," kata Kiai Muzakki. Sesudah salat Magrib, sempat dilakukan salat gaib berjamaah.
Iwan yang tetap berpakaian putih seperti siang harinya, lebih banyak menunduk, menyimak lantunan doa-doa dari mulut ribuan santri. Ia diapit Kiai Muzakki dan Al Zastrouw, tokoh muda NU yang pernah menjadi murid Gus Dur.
"Indonesia sekarang betul-betul diguncang oleh bencana. Jangan ada yang saling menyalahkan. Ini musibah bersama, kita diberi peringatan oleh Allah. Yang merasa salah, merasa tamak segera tobat kepada Allah," kata Kiai Muzakki.
Muzakki berharap musibah diterima dengan lapang dada. "Harapan saya pemimpin yang merasa jelek untuk berubah. Pemimpin bangsa dan agama mudah-mudahan diubah dari ulama dan umara jelek menjadi ulama dan umara baik. Ulama dan umara yang baik ini mudah-mudahan dipersatukan," katanya.
[sumber: http://beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2010-10-27/82120/Iwan_Fals_dan_Guru_Spiritual_SBY_Istigosah]


No comments:
Post a Comment