Panglima militer Selandia Baru, Kamis, mengakui, pasukan pertahanan sangat dipermalukan setelah seorang ilmuwan dengan latar belakang mencurigakan menduduki posisi kunci di militer negara itu.Kepala Badan Pertahanan Teknologi Stephen Wilce mengundurkan diri bulan lalu setelah kebohongannya terbongkar. Ia pernah mengaku sebagai veteran marinir dan seorang pemain kereta luncur di Olimpiade, yang bertanding melawan tim "Cool Runnings" dari Jamaika.
Hasil penyelidikan pemerintah yang diedarkan, Kamis, menemukan, proses perekrutan yang menyebabkan penunjukan Wilce dinilai cacat dalam berbagai hal. "Beberapa keputusan bodoh telah dilakukan," kata Panglima Pasukan Pertahanan Letnan Jenderal Jerry Mateparae kepada wartawan.
Wilce, yang lahir di Inggris, mengundurkan diri dari badan nasional yang menyediakan teknologi pendukung untuk militer Selandia Baru setelah televisi komersial TV3 menyiarkan dugaan ia melebih-lebihkan masa lalunya dan membuat berbagai klaim hebat tentang masa lalunya. Masa lalu yang ia akui, antara lain, adalah veteran perang dan seorang peserta tim kereta luncur Inggris di Olimpiade Musim Dingin di Calgary tahun 1988 dan mengaku telah melawan tim Jamaika yang menginspirasi film 1993, Cool Runnings. "Saya mengenal mereka semua," kata Wilce dalam satu cuplikan yang direkam oleh wartawan yang sedang menyamar. "Saya mengenal para pemain Jamaika. Gila, mereka semua gila," tambahnya.
Acara "60 Minutes" yang disiarkan TV3 melaporkan bahwa tidak ada catatan Wilce pernah mengabdi sebagai marinir Kerajaan Inggris atau pengalaman berperang dan tidak pernah ada dalam tim kereta luncur Inggris. Mantan atasan dan koleganya mengatakan dalam acara TV tersebut, Wilce telah mengakui ia merancang sistem pemandu untuk rudal nuklir Inggris, Polaris, sistem yang diluncurkan 50 tahun lalu ketika Perang Dingin. Wilce memimpin 80 staf Badan Pertahanan Teknologi selama lima tahun.
Mateparae mengatakan, proses penyaringan terbukti tidak efektif, kebanyakan dari kegagalan tersebut terletak pada Wilce. "Ia merepresentasikan sejarah kerja, karier militer, pencapaian, kualifikasi akademis dan sejumlah aktivitas dalam beberapa bidang lain yang tidak jujur maupun lengkap," tambahnya. "Tidak hanya tindakan tersebut merusak reputasinya, hal itu juga telah merusak moral orang-orang yang ia pimpin di Badan Pertahanan Teknologi, dan juga merusak reputasi Pasukan Pertahanan Selandia Baru," katanya.
Mateparae mengatakan, laporan tersebut—yang menemukan Wilce tidak akan menjadi ancaman keamanan negara—telah diteruskan kepada polisi untuk tindakan lanjutan bila diperlukan.
[sumber: http://internasional.kompas.com/read/2010/10/28/14273135/Selandia.Baru.Dipermalukan.Ilmuwan.Palsu-4]


No comments:
Post a Comment