Saturday, October 23, 2010

Percetakan Quran dengan 40 Bahasa

MADINAH - Madinah Al Munawaroh memang dikenal sebagai kota yang penuh dengan sejarah kejayaan masa lampau. Tak hanya itu banyak juga museum dan peninggalan yang masih banyak dikunjungi orang terutama saat musim haji.

Salah satunya adalah percetakan Alquran. Gedung percetakan ini terletak tak jauh dari RS King Fahd Madinah. Percetakan ini pun mampu membuat Alquran ke dalam 40 bahasa dunia. Tentu saja di dalamnya Indonesia.

Percetakan yang memiliki nama Mujamma' Malik Fahd itu setiap tahunnya mencetak sekira 10 juta eksemplar. Kemudian Quran itu akan dibagikan secara gratis baik di dalam maupun luar negeri.

"Itu menjadi pesan terakhir sang raja untuk membagikan Quran," begitulah cerita yang beredar kenapa Quran sengaja dibagikan kepada para pengunjung dan juga setiap di akhir musim haji.

Percetakan seluas 250 ribu meter persegi itu diisi bangunan seperti masjid, gedung perkantoran, percetakan, gedung pemeliharaan dan gudang, perpustakaan, klinik, tempat tinggal karyawan dan taman-taman yang tertata rapi.

Okezone dan tim media center haji Madinah berkesempatan mengunjungi pusat percetakan itu beberapa waktu silam. Penjagaan ketat sudah terlihat ketika masuk pintu gerbang. Petugas berpakaian rapi pun menanyakan maksud dan tujuan datang ke percetakan. Sebab, ada juga orang yang bertujuan untuk melakukan riset atau referensi.

Setelah mengemukakan maksud dan tujuan datang ke perpustakaan, masuklah kita ke dalam sebuah gedung perkantoran menuju ke arah bising dari sebuah mesin pabrik.

Ya, itulah tempat di mana Alquran dicetak. Para pengunjung hanya bisa melihat dari lantai atas. Lembaran kertas yang akan dijadikan Alquran dimasukkan ke dalam sebuah mesin percetakan. Itulah mungkin yang akan dijadikan sebagai lembaran-lembaran Quran. Posisi yang agak jauh dari lokasi percetakan dan tidak adanya guide dari pihak percetakan yang menemani membuat tim hanya bisa menebak-nebak apa yang sedang dikerjakan.

Seorang pengunjung yang berasal dari Afghanistan pun terpaksa melanggar peraturan yang sudah tertulis untuk tidak berfoto. Akhirnya, hal itupun diikuti oleh sejumlah pengunjung yang datang termasuk tim MCH Madinah. Tapi, semua itu dilakukan dengan cara hati-hati. Jika ketahuan mungkin kamera bisa diambil.

Setelah beberapa menit memantau proses percetakan, tim pun kembali pulang. Namun, saat pulang tim terkejut karena tak mendapat Alquran gratis.

Mmmhhh... mungkin karena foto-foto di dalam, Quran gratis pun tak diperoleh.

[sumber:http://haji.okezone.com/read/2010/10/24/396/385779/percetakan-quran-dengan-40-bahasa]

No comments:

Post a Comment