Monday, October 25, 2010

Merapi Awas, Mbah Maridjan Bertahan di Rumah

Mbah Maridjan naik daun saat Merapi meletus pada 2006 lalu. Dia menolak mengungsi.

Ada sosok yang tak bisa dilepaskan dari Gunung Merapi, Mbah Maridjan. Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini adalah juru kunci Merapi sejak tahun 1982.

Nama Mbah Maridjan naik daun saat Merapi meletus pada 2006 lalu. Saat itu, ia menolak untuk mengungsi meski dibujuk langsung oleh Sultan Hamengku Buwono X.
Sikap Mbah Maridjan menuai kecaman sekaligus pujian. Karena keberaniannya dan setia pada tugasnya merawat Merapi.

Kini Merapi sudah berstatus Awas. Dalam waktu dekat, gunung teraktif di dunia ini diperkirakan segera meletus. Penduduk di sekitarnya mulai diungsikan ke barak-barak.

Di mana Mbah Maridjan?

Kerabat dekat dari Mbah Maridjan, Agus Wiyarto memastikan, Mbah Maridjan belum meninggalkan rumahnya di Dusun Kinahrejo.

Mbah Maridjan, jelas dia, baru saja datang tadi malam setelah melayat salah satu besannya di Bandung, Jawa Barat. "Mbah Maridjan itu penunggu Gunung Merapi, sehingga Pemkab Sleman dan Provinsi tidak punya wewenang memerintahkan beliau untuk mengungsi."

"Yang berhak memerintah beliau untuk mengungsi adalah pihak Keraton Yogyakarta dalam hal ini Sri Sultan HB X sehingga sebelum ada perintah dari keraton maka tidak akan turun," kata Agus, Senin 25 Oktober 2010

Kondisi berbeda, tambah dia, berlaku bagi anak maupun cucu Mbah Maridjan. Karena bukan juru kunci, pemerintah bisa memerintahkan mereka untuk mengungsi.

"Namun saya baru saja ditelepon oleh salah satu anak Mbah Marijdan yang mengatakan belum akan mengungsi ke barak yang disediakan oleh pemerintah," kata dia.

[sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/184737-merapi-awas--mbah-maridjan-bertahan-di-rumah]

No comments:

Post a Comment