Thursday, October 28, 2010

Jika Sleman Hujan Deras, Waspadai Banjir Lahar Dingin

Gunung Merapi kembali anteng setelah meletus. Meski demikian status Awas-nya belum diturunkan. Ketika Sleman diguyur hujan deras pasca erupsi, banjir lahar dingin patut diwaspadai.

"Kalau curah hujan besar dan turun di aliran sungai yanga ada endapan hasil letusan gunung api atau piroklastik, bisa jadi ada banjir lahar dingin," kata vulkanolog Dr Eko Teguh Paripurno dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/10/2010).

Namun berbahaya tidaknya banjir lahar dingin tergantung pada banyaknya endapan yang ada dan seberapa besar curah hujannya. Saat banjir lahar maka saat itu ada campuran material yang dikeluarkan gunung dengan air. Hasilnya adalah seperti aliran lumpur.

"Bahaya kalau sungainya nggak cukup menerima sehingga luber keluar dan menabrak infrastruktur jalan, jembatan, rumah orang," terang staf pengajar Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta ini.

Sebaliknya, bila material itu tetap berada di aliran sungai justru menguntungkan para pencari pasir dan kerikil. "Masuk truk nantinya," lanjut Eko sambil tertawa.

Terkadang banjir lahar dingin tidak langsung terjadi pasca erupsi. Misalnya saja saat Gunung Pinatubo di Fipina meletus pada 1991, banjir lahar dingin baru terjadi 6 bulan setelahnya. Hal itu dikarenakan erupsi terjadi saat musim kemarau. Banjir lahar dingin di sana kala itu menyapu gereja dan pemukiman warga.

Awan panas selalu muncul ketika aktivitas gunung api meningkat. Untuk Gunung Merapi, biasanya awan panas itu menjangkau hingga jarak 7-10 km dari puncak. Karenanya menjadi berbahaya saat ada warga yang jarak tinggalnya hanya sekitar 4 km dari puncak.

Pada erupsi Gunung Merapi 1994, material yang keluar berupa pasir dengan kecepatan lebih dari 70 km/ jam dan bersuhu 125 derajat celcius. Sedangkan di Kali Adem pada 2006 berupa batu dengan kecepatan 70 km/jam dan suhunya 300 derajat celcius.

"Suhu magma tertinggi bisa mencapai 900 derajat celcius, namun ketika sudah keluar (dari perut gunung) maksimal 540-600 derajat celcius," kata Eko.

[sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/10/29/084243/1478349/10/jika-sleman-hujan-deras-waspadai-banjir-lahar-dingin?nd991103605]

No comments:

Post a Comment