Jakarta - Masyarakat diminta membantu pemerintah untuk menanggulangi pornografi. Artis-artis porno yang didatangkan ke Indonesia dinilai Menkominfo Tifatul Sembiring malah meledek upaya penanggulangan itu."Gerakan nasional internet sehat dan aman, termasuk dari pornografi mohon didukung. Jangan diledek. Kita melarang malah artisnya didatangkan," ujar Tifatul.
Hal itu disampaikan Tifatul di sela-sela Rakornas Kemenkominfo di Gedung Birawa Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/10/2010).
Tifatul menambahkan, silent majority di Indonesia belum buka suara mengenai artis-artis porno yang didatangkan ke Tanah Air. Katanya lagi, tidak ada agama yang membolehkan dan melegalkan perzinahan, perselingkuhan dan semacamnya yang merupakan ekses dari pornoaksi dan pornografi.
"Semua agama mengajarkan suami -istri hidup rukun, dan sebagainya. Kalau begini, seolah-olah nasihat pendeta dan ulama dianggap lewat," jelasnya.
Dia pun mengkhawatirkan bila masyarakat memprotes gerakan penanggulangan pornografi dengan cara lain. Tifatul pun mengimbau pada rumah produksi untuk membuat tayangan mendidik.
"Rumah produksi itu yang mendidiklah, ya artisnya yang sudah dikenal (bintang porno) kadang-kadang orang itu cari sensasi," jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Akhir-akhir ini beberapa bintang film porno ditampilkan beberapa rumah produksi di Indonesia untuk membintangi sejumlah film. Sebut saja bintang porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi yang membintangi film 'Menculik Miyabi' kemudian Rin Sakuragi dalam film 'Suster Keramas'. Terakhir bintang film porno AS, Tera Patrick yang membintangi film 'Rintihan Kuntilanak Perawan'.
[sumber: http://movie.detikhot.com/read/2010/10/25/150457/1474255/229/datangkan-artis-porno-dinilai-meledek-penanggulangan-pornografi]


No comments:
Post a Comment