Kediri - Meninggalnya wartawan vivanews.com Yuniawan W Nugroho, saat menjalankan tugas peliputan letusan Gunung Merapi, mengetuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri terus menggencarkan safety jurnalist. Jargon 'Tak Ada Berita Seharga Nyawa' diimbau untuk dijalankan oleh semua insan pers dalam melaksanakan peliputan, terutama di daerah rawan.Ketua AJI Kediri Hari Tri Wasono mengatakan, sejauh ini jargon yang mulai
dikampanyekan sejak 4 tahun terakhir hanya menjadi hiasan bibir, yang diucapkan dan diingat oleh banyak insan pers tanpa menghiraukan. Kondisi dan kisah pilu akhirnya muncul, dalam peliputan wartawan di daerah rawan.
"Kasusnya Wawan ini sudah yang kesekian kalinya, karena memang sebelumnya sudah banyak terjadi. Apa penyebabnya, karena banyak insan pers yang tidak ingat kalau tak ada berita seharga nyawa," tegas Hari saat berbincang dengan detiksurabaya.com di Sekretariat AJI Kediri, Jalan PK Bangsa, Rabu (27/10/2010).
Hari menjelaskan, sudah saatnya pelaku media mengenyampingkan eksklusifitas
berita, jika memang kondisinya tidak memungkinkan. Keselamatan jiwa insan pers dianggapnya jauh lebih penting dibandingkan sebuah berita, berarpun nilai bayaran yang dijanjikan.
"Saya tidak bermaksud menggembosi semangat teman-teman di lapangan. Tapi contoh kasus sudah banyak, dan yang paling sering kalau kita mati hanya seminggu dikenang," tegasnya.
Pria yang tercatat lulusan Fakultas Hukum Universitas Jember mengaku, AJI akan selalu meminta pelaku media mengindahkan instruksi aparat berwenang saat melakukan peliputan di daerah rawan.
"Seperti saat Pak Surono (Kepala PVMBG) melarang kita dulu naik ke puncak Kelud, saya yakin itu tidak karena niatan menghalangi tugas peliputan. Mereka yang paham medan dan sudah seharusnya kita memahami," ujar Hari.
Sebelumnya, Yuniawan W Nugroho ditemukan tewas di kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan, sesaat setelah gunung teraktif di dunia tersebut mengeluarkan awan panas atau wedhsu gembel. Wawan, sapaan akrab Yuniawan W Nugroho ditemukan bersama 14 korban meninggal lainnya, termasuk Mbah Maridjan.
[sumber: http://surabaya.detik.com/read/2010/10/27/170054/1476830/475/aji-kediri-tolak-berita-eksklusif-seharga-nyawa?881104465]


No comments:
Post a Comment