Perth - Kota Perth, Australia punya arti penting bagi Wakil Presiden Boediono. Boediono pun menceritakan apa yang membuat dia begitu terkesan dengan kota ini.
Cerita itu diutarakan Boediono di hadapan 436 warga Indonesia serta mahasiswa yang ada di Perth dalam acara silahturahmi di Konsulat Jenderal RI Perth, Rabu (9/3/2011).
Kisah Boediono ini terjadi 48 tahun yang lalu. "Tahun 1963, bulan Maret atau Februari saya lupa," ujarnya membuka cerita.
Boediono mendapat beasiswa melalui program 'Colombo Plan' untuk bisa berkuliah di luar negeri. Selain Boediono, ada 35 orang lain yang mendapat kesempatan serupa.
"Itu merupakan suatu anugerah luar biasa bagi saya mendapat beasiswa," lanjutnya.
Ia pun mendapat kesempatan bersekolah di University of Western Australia (UWA), Perth. Pada masaa itu, hanya ada tujuh mahasiswa asal Indonesia, termasuk dirinya, yang berkuliah di UWA. Boediono saat itu satu kamar dengan Abidillah Toha yang kini menjabat sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN).
"Dulu kami kesepian sekali, itu pengalaman yang sangat membekas di hati saya," ungkapnya.
Ia membandingkan dengan situasi Perth saat ini yang sangat ramai. Bahkan tercatat ada sekitar 1.900 mahasiswa yang kuliah di Australia saat ini. Salah satu faktornya karena mutu pendidikan di negara ini yang memang sudah terkenal bagus.
"Standar pendidikan bagus," tutup Boediono.
Cerita itu diutarakan Boediono di hadapan 436 warga Indonesia serta mahasiswa yang ada di Perth dalam acara silahturahmi di Konsulat Jenderal RI Perth, Rabu (9/3/2011).
Kisah Boediono ini terjadi 48 tahun yang lalu. "Tahun 1963, bulan Maret atau Februari saya lupa," ujarnya membuka cerita.
Boediono mendapat beasiswa melalui program 'Colombo Plan' untuk bisa berkuliah di luar negeri. Selain Boediono, ada 35 orang lain yang mendapat kesempatan serupa.
"Itu merupakan suatu anugerah luar biasa bagi saya mendapat beasiswa," lanjutnya.
Ia pun mendapat kesempatan bersekolah di University of Western Australia (UWA), Perth. Pada masaa itu, hanya ada tujuh mahasiswa asal Indonesia, termasuk dirinya, yang berkuliah di UWA. Boediono saat itu satu kamar dengan Abidillah Toha yang kini menjabat sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN).
"Dulu kami kesepian sekali, itu pengalaman yang sangat membekas di hati saya," ungkapnya.
Ia membandingkan dengan situasi Perth saat ini yang sangat ramai. Bahkan tercatat ada sekitar 1.900 mahasiswa yang kuliah di Australia saat ini. Salah satu faktornya karena mutu pendidikan di negara ini yang memang sudah terkenal bagus.
"Standar pendidikan bagus," tutup Boediono.
[detik.com]


No comments:
Post a Comment