Jembatan Selat Sunda (JSS) merupakan solusi atasi macet yang terjadi di Pelabuhan Merak, Banten saat ini. Jembatan sepanjang 30 km ini bekal memperlancar arus distribusi barang antar Jawa-Sumatera.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM) yang Agung Prabowo merupakan anak usaha Artha Graha, ketika ditemui detikFinance di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (12/3/2011).
"JSS jadi solusi kemacetan di Merak. Memang menambah kapal feri lebih murah. Tapi kan masalah di sana bukan hanya kapal, tapi cuaca dan saat ini tak ada lahan lagi untuk membesarkan dermaga," tutur Agung.
Karena itu JSS, meskipun biayanya mencapai Rp 100 triliun, menjadi solusi pas untuk jangka panjang.
Pihak BSM telah membiayai sendiri pra studi pembangunan JSS. Hasilnya, JSS bisa dibangun dengan dana Rp 100 triliun dalam waktu 10-15 tahun.
Jembatan ini mempunyai panjang 30 km dan lebar 60 meter. Di tengah jembatan ada rel kereta api.
"Dengan jembatan ini, pasti bisnis akan hidup di ujung kedua pulau. Jadi nilai ekonominya bagus," jelas Agung.
Dana Rp 100 triliun tak akan memakai dana negara atau APBN, namun akan menggandeng swasta lain.
Tapi sampai saat ini pihak BSM belum ditunjuk pemerintah sebagai penyelenggara pembangunan jembatan tersebut.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM) yang Agung Prabowo merupakan anak usaha Artha Graha, ketika ditemui detikFinance di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (12/3/2011).
"JSS jadi solusi kemacetan di Merak. Memang menambah kapal feri lebih murah. Tapi kan masalah di sana bukan hanya kapal, tapi cuaca dan saat ini tak ada lahan lagi untuk membesarkan dermaga," tutur Agung.
Karena itu JSS, meskipun biayanya mencapai Rp 100 triliun, menjadi solusi pas untuk jangka panjang.
Pihak BSM telah membiayai sendiri pra studi pembangunan JSS. Hasilnya, JSS bisa dibangun dengan dana Rp 100 triliun dalam waktu 10-15 tahun.
Jembatan ini mempunyai panjang 30 km dan lebar 60 meter. Di tengah jembatan ada rel kereta api.
"Dengan jembatan ini, pasti bisnis akan hidup di ujung kedua pulau. Jadi nilai ekonominya bagus," jelas Agung.
Dana Rp 100 triliun tak akan memakai dana negara atau APBN, namun akan menggandeng swasta lain.
Tapi sampai saat ini pihak BSM belum ditunjuk pemerintah sebagai penyelenggara pembangunan jembatan tersebut.
[detik.com]


No comments:
Post a Comment