Bandung - Gempa dan tsunami yang melanda Jepang Jumat lalu (11/3/2011), membuat rencana penjajakan kerjasama ITB dengan badan nuklir Jepang batal. Seharusnya Kamis pekan ini (17/3/2011), Rektor ITB Akhmaloka bertolak ke Jepang.
Menurut Akhmaloka, kedatangannya ke Jepang untuk menghadiri seminar dan penjajakan kerjasama soal nuklir. "Ya kita batalkan saja, meskipun katanya mrk siap," ujar Akhmaloka di sela-sela penandanganan kerjasama dengan PT KA di Gedung Rapim A Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Senin (14/3/2011).
Akhmaloka mengatakan penjajakan kerjasama dengan badan nuklir Jepang diperlukan, mengingat Indoensia akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Ketika disinggung apakah ITB diminta pemerintah untuk pengembangan PLTN ini, Akhmaloka menyatakan belum ada tawaran.
"Belum dapat tawaran itu, tapi untuk membangun memang masih memungkinkan, karena ada beberapa tempat yang memungkinbkan dibangun PLTN, seperti Kaltim yang sudah mengajukan," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan saat terjadi gempa di Jepang, di ITB tengah dibahas mengenai gempa bumi oleh para ahlinya. "Eh malah terjadi gempa di Jepang, besar lagi," kata dia.
Dia mengungkapkan 11 mahasiswa ITB dari Fakultas Farmasi dan FMIPA di Hokaido diketahui aman. "Belum perlu dipulangkan, kondisi di sana aman," katanya.
Menurut Akhmaloka, kedatangannya ke Jepang untuk menghadiri seminar dan penjajakan kerjasama soal nuklir. "Ya kita batalkan saja, meskipun katanya mrk siap," ujar Akhmaloka di sela-sela penandanganan kerjasama dengan PT KA di Gedung Rapim A Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Senin (14/3/2011).
Akhmaloka mengatakan penjajakan kerjasama dengan badan nuklir Jepang diperlukan, mengingat Indoensia akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Ketika disinggung apakah ITB diminta pemerintah untuk pengembangan PLTN ini, Akhmaloka menyatakan belum ada tawaran.
"Belum dapat tawaran itu, tapi untuk membangun memang masih memungkinkan, karena ada beberapa tempat yang memungkinbkan dibangun PLTN, seperti Kaltim yang sudah mengajukan," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan saat terjadi gempa di Jepang, di ITB tengah dibahas mengenai gempa bumi oleh para ahlinya. "Eh malah terjadi gempa di Jepang, besar lagi," kata dia.
Dia mengungkapkan 11 mahasiswa ITB dari Fakultas Farmasi dan FMIPA di Hokaido diketahui aman. "Belum perlu dipulangkan, kondisi di sana aman," katanya.
[detik.com]


No comments:
Post a Comment