BANDA ACEH - Dua tanaman khas ikon Provinsi Aceh, pohon jeumpa dan seulanga, perlu diselamatkan melalui program pembudidayaan."Saya berharap peran semua pihak, terutama pemerintah, untuk menyelamatkan dua jenis tanaman khas Aceh sebagai upaya mengantisipasi kepunahan," kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh, Darwati A Gani, saat acara peringatan HUT Ke-31 Dekranas di kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh, Kamis (3/3).Darwati, yang juga istri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, menyebutkan dua jenis pohon khas itu mulai langka sehingga perlu dibudidayakan. "Selain memiliki aroma yang harum, bunga dan daun pohon Jeumpa serta Seulanga juga mengandung zat pewarna khas dan bisa digunakan untuk mewarnai kain," kata dia.
Pada masa lalu, tanaman yang menjadi salah satu ikon Aceh itu tumbuh dan berkembang di perkarangan rumah penduduk provinsi ujung paling barat Indonesia ini. Darwati menyatakan Dekranasda Aceh siap menjadi garda terdepan untuk mengampanyekan program penghijauan yang dicanangkan pemerintah sejak 2010.
"Menjadi kepedulian bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global. Tidak ada kata lain kecuali keterlibatan semua pihak untuk menghijaukan kembali bumi ini," kata dia.
Darwati mengimbau masyarakat terutama di kawasan perkotaan provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa itu bergerak melindungi tanaman dari serangan hewan. "Artinya, jika pohon sudah ditanam, masyarakat diminta jangan melepaskan hewan ternaknya karena sebagian pohon mati akibat dimakan ternak peliharaan warga," kata dia.
[forum.vivanews.com]


No comments:
Post a Comment