Jakarta - Hampir sepekan, Ketua DPR Marzuki Alie menjadi sorotan publik terkait musibah Mentawai. Kepada INILAH.COM, Marzuki Alie buka-bukaan soal sikap kontroversinya itu.Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu membantah tudingan bahwa dirinya tidak punya empati terhadap korban bencana di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
Marzuki merasa justru dialah orang pertama yang bergerak merespons gepa yang diikuti tsunami itu.
"Saya yang pertama memberi tahu adanya gempa bumi kepada saudara Andy Arief, staf khusus presiden bidang bencana alam," ungkap Marzuki dalam surat elektroniknya kepada INILAH.COM, Rabu (3/11).
Lebih dari itu, pasca kejadian gempa, Marzuki juga menyebutkan dirinya langsung berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Freddy Numberi untuk menyiapkan kapal guna memudahkan pengangkutan bantuan ke lokasi musibah.
"Karena untuk menjangkau Mentawai bukan pekerjaan mudah," katanya. Tidak sekadar itu, Marzuki juga menegaskan dirinya juga segera melakukan koordinasi dengan Komisi VIII DPR yang membidangi persoalan bencana untuk memastikan bantuan dari BNPB.
Terkait pernyataannya tentang musibah Mentawai yang menimbulkan polemik di publik, Marzuki menyebutkan bangsa Indonesia mudah marah terhadap berita dan informasi yang belum diklarifikasi. Ia mengaku sedih atas situasi tersebut, meski dirinya tidak bisa menampik kenyataan.
Terkait dengan pernyataannya yang menimbulkan kontroversi, Marzuki Alie menyebutkan kalimat dari dirinya sebenarnya cukup sederhana. Ia kembali menyitir pernyataannya saat merespons musibah Mentawai, "Konsekuensi masyarakat tinggal di Pantai dalam wilayah gempa, pasti risiko tsunami. Oleh karenanya dipikirkan untuk direlokasi jangan lagi terjadi korban jiwa yang sia sia".
"Adakah kalimat yang salah dalam ucapan tersebut?" katanya.
[sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/942282/marzuki-blak-blakan-soal-pernyataan-kontroversial]

No comments:
Post a Comment