Showing posts with label LSI/LPI. Show all posts
Showing posts with label LSI/LPI. Show all posts

Sunday, February 6, 2011

Safee Sali Perkuat Persib Bandung


Dia akan mulai memperkuat Persib di putaran kedua ISL 2010/2011.

Striker Timnas Malaysia, Safee Sali, akan segera meninggalkan Selangor FC. Top scorer Piala AFF 2010 itu rencananya akan bergabung dengan tim Liga Super Indonesia (ISL), Persib Bandung.

Safee akhirnya luluh dengan rayuan Maung Bandung. Seperti dilansir situs resmi Federasi Sepakbola Asean (AFF), Minggu, 6 Februari 2011, pemain berusia 27 tahun itu telah menandatangani kontrak dengan Persib.

Safee mengaku akan meninggalkan Selangor FC dalam pekan ini. Sebelum bergabung dengan Persib, dia akan melakoni laga terakhirnya di Liga Super Malaysia bersama Selangor FC pada Sabtu mendatang.

"Semuanya akan jelas saat Selangor FC memberi keterang resmi soal masa depan saya, Senin nanti. Saya juga telah mendapat persetujuan dari keluarga terkait dengan langkah saya selanjutnya," kata Safee.

Persib telah lama mendekati Safee. Setelah pemain berpostur 170cm itu tampil memukau di Piala AFF 2010 lalu, Persib telah beberapa kali berkunjung ke markas Selangor FC.

Selangor FC akhirnya bersedia melepas Safee yang masih menyisakan kontrak hingga November 2011. Rencananya, Safee akan mulai memperkuat Persib pada putaran kedua ISL, yang dimulai 7 Maret nanti.

Persib sendiri saat ini memiliki empat pemain asing. Mereka adalah Hilton Moreira (Brasil), Argentine Pablo Frances (Argentina), dan dua pemain Singapura, Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan.

[vivanews.com]

Tuesday, February 1, 2011

Alasan Okto Kabur dari TC Timnas


"Saya didesak oleh manajemen Sriwijaya. Harus bermain."

Oktovianus Maniani akhirnya buka suara soal alasannya meninggalkan pemusatan latihan (TC) Timnas U-23 pada 27 Januari 2011 lalu. Menurut dia, tekanan dari klubnya, Sriwijaya FC, menjadi alasan utama dia pergi begitu saja. Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu mengharuskan Okto tampil berlaga di pertandingan Liga Super Indonesia (ISL). Jika tidak, Sriwijaya mengancam memberi sanksi yang bakal ditanggung oleh Okto secara pribadi.

"Saya didesak oleh manajemen Sriwijaya. Harus bermain," kata Okto yang sudah ikut berlatih kembali bersama Timnas di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Februari 2011. "Saya disuruh main. Kalau nggak, saya kena masalah. Makanya saya harus pergi. Tekanan bukan dari pelatih, tapi dari manajemen."

Okto meninggalkan TC dan lalu turun memperkuat Sriwijaya melawan Persipura Jayapura di d ISL. Sesudah itu, dia langsung kembali ke Jakarta dan bertemu dengan pelatih Alfred Riedl.

Dalam pertemuan itu, Okto menjelaskan alasan kepergiannya. "Riedl maklum karena sebagai pemain saya yang kena semua," kata Okto. "Riedl bilang tidak apa-apa, tapi jangan diulangi lagi."

Sebagaimana telah diberitakan, Riedl sudah memaafkan Okto dan membiarkannya ikut latihan Timnas pagi ini. Riedl juga menegaskan tak akan memberi sanksi apapun kepada Okto. Alasannya, dia memaklumi besarnya tekanan yang dialami Okto dari klubnya itu.

Ternyata, Okto sendiri tak bisa menjamin tak bakal 'kabur' lagi dari TC. Soalnya, bukan tidak mungkin Sriwijaya memanggilnya lagi untuk berlaga di di pertandingan-pertandingan lain. "Kalau itu terjadi lagi, saya pikir-pikir dulu," katanya.

[vivanews.com]

Monday, January 31, 2011

Tujuh Tim Ngantri Ke LPI

Tiga tim yang mau dipublikasikan adalah Persik Kediri, Persijap Jepara dan Persib Bandung.


Bisa jadi, jumlah peserta Liga Super Indonesia (LSI) bakal kembali berkurang. Setidaknya bila sinyal yang diberikan Manajer Komunikasi LPI, Abi Hasantoso jadi kenyataan. Pada wartawan di Surabaya (29/1), dia merilis pernyataan bahwa sudah ada tujuh tim yang antri gabung LPI.

"Tiga tim mau disebutkan (klubnya). Sisanya nggak mau dipublikasikan dulu," terangnya.

Tiga tim tersebut adalah Persik Kediri, Persijap Jepara dan Persib Bandung. "Kediri dan Jepara sudah bertemu dengan kita. Cukup serius keinginan mereka untuk gabung. Sedang Persib progresnya terus meningkat," jelasnya.

Sedang keempat tim lainnya, Abi menutup rapat informasi. "Hanya saja salah satunya klub besar. Gubernurnya udah ketemu sama kita. Prinsipnya setuju sepakbola tanpa APBD," tandasnya.

Diakui Abi, tujuh tim yang masuk waiting list ini membuat pihaknya menimbang ulang jumlah klub peserta kompetisi LPI musim ini.

Sejatinya, lanjut Abi, pihaknya hanya menambah satu klub untuk menggenapi jumlah peserta jadi 20 tim. "Sekarang sedang dibahas jumlahnya dinaikkan jadi 22 tim. Artinya, ada tiga tim yang bisa ikut," jelasnya.

[goal.com]

Panglima Beri Lampu Hijau Kasad Jadi Calon Ketum PSSI

Majunya George Toisutta semakin meramaikan bursa calon ketua umum PSSI pada Maret nanti.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono memberikan lampu hijau kepada kepala staf angkatan darat [Kasad] Jendral George Toisutta untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum PSSI.

Ketua umum PSSI periode 2011-2015 bakal ditentukan dalam kongres empat tahunan di Pulau Bintan pada 19 Maret mendatang.

Dengan demikian, selain Nurdin Halid dan Arifin Panigoro, majunya Kasad semakin menyemarakkan persaingan memperebutkan kursi tertinggi di organisasi sepakbola nasional tersebut.

Namun, Agus mengaku dirinya baru mengetahui bila Kasad telah mencalonkan diri menjadi ketua umum pada kongres nanti. Agus pun menyatakan tidak keberatan dengan George yang hingga kini masih menjabat sebagai ketua umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia [PJSI] tersebut.

“Boleh. Wong saya ketua umum ski air. Boleh, tidak ada masalah,” ujar Agus singkat sebelum rapat terbatas di Istana Presiden.

[goal.com]

Wednesday, January 26, 2011

FOTO: Pemain Semarang United Hajar Wasit LPI

Bek Simon Kojiro membogem wasit hingga terjengkang. Lihat fotonya.

Wasit kembali menjadi korban aksi brutal pemain. Kali ini yang bikin ulah adalah bek Semarang United, Simon Kojiro. Dia menghajar wasit dalam pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) ketika melawan Bogor Raya di Stadion Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu lalu, 23 Januari 2011. Semarang United ditekuk Bogor Raya dengan skor 1-2.

Insiden terjadi di menit ke-70 saat wasit Rudiyanto mengganjar Simon dengan kartu merah. Tak terima diusir keluar lapangan, Simon meradang dan menghajar Rudiyanto hingga terjengkang. Gara-gara itu, Quentieri dilempari botol minuman oleh para pendukung Bogor Raya.

Tidak terima ganjaran kartu merah, bek Semarang United Simon Kujiro memukul wasit Rudiyanto. Foto: VIVAnews/ Ayatullah Humaeni

Tidak terima ganjaran kartu merah, bek Semarang United Simon Kujiro memukul wasit Rudiyanto. Foto: VIVAnews/ Ayatullah Humaeni

Pemain Semarang United berusaha menenangkan rekan satu timnya Simon Kujiro yang telah memukul wasit Rudiyanto. Foto: VIVAnews/ Ayatullah Humaeni

Pemain Semarang United berusaha menenangkan rekan satu timnya Simon Kujiro (tengah) yang telah memukul wasit Rudiyanto.


Pemain Semarang United beradu mulut dengan wasit usai insiden pemukulan terhadap wasit Rudiyanto oleh rekan mereka. Foto: VIVAnews/ Ayatullah Humaeni

Simon diganjar kartu merah setelah mendapat akumulasi kartu kuning. Pelanggaran pertama saat terjadi benturan dengan pemain Bogor Raya dan kedua setelah pemain lawan jatuh, Simon kesal dan membanting bola. Wasit mengeluarkan kartu merah dan mengusirnya keluar lapangan.

Dia terancam sanksi skors selama setahun.

Aksi rusuh juga terjadi saat laga ISL antara Persib melawan Arema di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu, 23 Januari 2010. Pertandingan sempat terhenti setelah penonton melakukan pelemparan ke pemain Arema yang terkena kartu merah.

[vivanews.com]

Eks Bintang Aston Villa, Lee Hendrie, Jadi Jalan Pembuka Pemain Eropa ke LPI


Jakarta - Lee Hendrie jadi pemain eks Liga Inggris pertama yang merumput di Indonesia. Kedatangan Hendrie pun tak sekadar menaikkan gengsi IPL, namun pintu bagi kedatangan para pemain asing lainnya, khususnya dari Benua Eropa.

Hendrie yang eks gelandang Aston Villa tahun 1995-2007 itu akan bermukim di Bandung FC selama dua tahun. Kabarnya Hendrie jadi pemain dengan gaji paling tertinggi sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.

Tak mengherakan bila pesepakbola 33 tahun itu mendapat bayaran yang wah mengingat segudang pengalaman yang ia dapatkan saat merumput di Liga Inggris, hingga yang terakhir bermain di klub anggota League Two, Bradford City.

"Untuk kontrak Lee Hendrie sendiri pokoknya cukup lah untuk pemain seukuran dia. Dia sadalah pemain termahal yang pernah dikontrak Liga Indonesia kalau saya tidak salah," tutur General Manager LPI Arya Abhiseka kepada wartawan di Kantor LPI, Ampera, Rabu (26/1/2011) siang WIB.

Dengan bayaran yang wah tersebut Arya juga menginginkan tak hanya Hendrie yang datang sebagai eks bintang kompetisi Eropa yang merumput di LPI, namun juga para pemain lainnya. Selain Hendrie, LPI pun punya Amaral, mantan anggota skaud Brasil di Piala Dunia 1994, yang bermain di Bogor Raya FC.

"Berharap dengan datangnya Lee Hendrie, semakin banyak lagi pemain asing ternama bisa datang ke LPI lg..Ini sesuai dengan misi kami menaikkan nama LPI. Dia menjadi pemain Inggris pertama di Indonesia dan LPI," sambung Arya.

Meski persepakbola Indonesia masih bukan kekuatan utama di dunia, namun Hendrie sendiri tidak segan untuk menampil tawaran Mansfield Town dan sejumlah klub di Timur Tengah, demi merasakan atmosfer sepakbola di sini.

"Tak masalah buat saya soal sepakbola di sini. Orang-orang di sini bersahabat, jadinya saya merasa disambut dengan baik oleh masyarakat di sini. Saya berpikir bisa menularkan segudang pengalaman yang saya dapatkan untuk bermain di sini dan membuat kompetisi ini lebih baik," harap Hendrie.

[detik.com]

Monday, January 24, 2011

Kapolri: LPI Sudah Kantongi Ijin dari BOPI

Kapolri menegaskan, izin untuk LPI hanya untuk kegiatan keramaian saja.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Syarifudin Sudding mempertanyakan pemberian izin pertandingan sepak bola Liga Primer Indonesia oleh Polri. Menurut anggota Fraksi Hanura itu, pemberian izin itu melanggar norma hukum.

"Saya meminta agar Kepolisian dalam memberikan izin tidak melanggar norma hukum," kata Sudding dalam rapat kerja jajaran Kepolisian dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 24 Januari 2011.

Menurut dia, ketika kepolisian memberi izin LPI, norma hukum itu telah dilanggar. Karena, lanjutnya lagi, dalam undang-undang keolahragaan sangat jelas jika induk organisasi sepak bola Indonesia adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). "(Pemberian izin) Ini implikasinya apa Bapak (Kapolri) tahu," kata dia.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan izin yang dikeluarkan oleh Polri bukanlah izin pertandingan. Dia mengatakan, Polri hanya memberikan izin keramaian saja.

"Kami dalam memberikan izin tidak memberikan izin penyelenggaraan, tapi izin keramaian," kata Timur Pradopo menjawab pertanyaan Sudding.

Menurut Timur, pihak yang memberi izin digelarnya pertandingan sepak bola LPI itu tentunya telah diatur oleh undang-undang, sehingga bisa bergulir.

"Siapa yang memberikan izin penyelenggaraan ini tentunya ada undang-undang yang mengatur. Dalam keolahragaan itu ada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia)," kata dia.

"Jadi itu yang diajukan oleh penyelenggara. Penyelenggaraan bukan ranah kepolisian, berdasarkan izin BOPI kami memberikan izin."

[vivanews.com]

Wasit Dipukuli Penonton di Siliwangi Bandung

Suporter sepakbola (VIVAnews/Tri Saputro)

Akibat kejadian tersebut, tersebut Persib terancam menjalani laga usiran.

Kontroversi kembali mewarnai laga Liga Super Indonesia, kali ini di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu, 23 Januari 2011. Keputusan wasit Najamudin Aspiran, wasit yang memimpin laga Persib Bandung melawan Arema FC, yang tidak memberikan waktu tambahan memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persib.

Bahkan wasit asal Balikpapan itu sempat mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan dari sejumlah bobotoh yang berhasil menerobos ke lapangan pada pertandingan yang berakhir 1-1 itu. Petugas yang mengawal akhirnya berhasil menghentikan aksi kekerasan dan menjaga Najamudin di area dalam stadion.

Keputusan Najamudin yang menghentikan pertandingan serta wasit keempat, Olehadi yang tak memberikan aba-aba ada atau tidak ada waktu tambahan meski selama babak kedua terjadi beberapa momen yang membuat pertandingan terhenti memang cukup membuat kubu Maung Bandung geram.

“Ya kita cukup mempertanyakan keputusannya. Padahal ada sejumlah kejadian yang seharusnya membuat wasit memberikan tambahan waktu,” kata Asisten Pelatih Robby Darwis.

Momen-momen yang dimaksud Robby itu di antaranya ketika wasit harus menghentikan pertandingan pada menit 67, saat Wildansyah tergelatak di tengah lapangan akibat terkena sikutan Muhammad Ridhuan yang akhirnya membuat wasit mengusir pemain sayap Arema asal Singapura itu.

Kejadian pada menit 67 itu, bisa dikatakan mengawali suasana panas di Stadion Siliwangi. Bobotoh yang tak puas oleh kepemimpinan wasit menumpahkan emosi mereka dengan merusak sejumlah fasilitas Stadion seperti papan A-board dan terlibat aksi saling kejar dan lempar dengan petugas keamanan.

Bahkan striker Persib Pablo Frances yang berusaha menenangkan massa bobotoh yang mengamuk pun sempat terlibat salah paham dengan petugas dan makin membuat suasana menjadi kacau. Pablo sempat dikejar sejumlah petugas keamanan yang mencoba meringkusnya karena dianggap telah melakukan tindakan yang tidak pantas kepada petugas berpakaian preman.

“Soal Pablo hanya salah paham, dia menyangka petugas tersebut adalah bobotoh,” jelas Robby.

Akibat kejadian tersebut, tersebut Persib terancam menjalani laga usiran saat kembali menjalani laga kandang berikutnya melawan Pelita Jaya Karawang, 6 Februari 2011.

Ancaman tersebut bukan tanpa dasar, seperti diungkapkan Kasgar Tap II Marsekal Madya Wahyudin yang juga menjabat sebagai Ketua Panpel Persib, selain rusaknya sejumlah fasilitas stadion Siliwangi, ia pesimis pihak Polresta Kota Bandung memberikan izin keamanan untuk laga Persib selanjutnya.

“Kalaupun masih bisa digelar di Stadion Siliwangi, mungkin akan dilaksanakan tanpa penonton. Kejadian malam ini sangat kami sesali,” terang Wahyudin.

[vivanews.com]

Saturday, January 15, 2011

DPR Panggil Menegpora, PSSI dan LPI

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan memanggil Menneg Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, pengurus PSSI dan Liga Primer Indonesia terkait penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.

"Pekan depan kita akan panggil Menegpora, selanjutnya PSSI dan LPI," kata anggota Komisi X DPR RI Dedy "Miing" Gumelar di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat.

Dia menyatakan, melalui pembinaan sepak bola yang baik, maka akan bisa dihasilkan prestasi. Sepak bola salah satu merupakan cabang olah raga yang mampu membangkitkan bisnis dan nasionalisme.

"BUMN untung itu nggak ada apa-apanya bagi rakyat, tidak dirasakan rakyat, paling segelintir pimpinannya. Tetapi melalui sepak bola, bisnis dan nasionalisme bisa tumbuh," katanya.

Munculnya, LPI sebaiknya dianggap sebagai koreksi terhadap PSSI. Sejak 2001, tak ada prestasi sepak bola nasional.

"Boleh saja PSSI bilang sudah kirim tim dan tenaga untuk belajar di Uruguay, itu perorangan. tetapi tidak berpengaruh apa-apa, sistem sepak bola tetap hancur," katanya.

Dia menyatakan, sudah menyampaikan kepada Menegpora mengenai terjadinya polemik dan kontroversi antara PSSI dengan kehadiran LPI.

"Saya sudah sampaikan ini kepada menegpora empat bulan lalu, tetapi tidak ditanggapi. ya akhirnya terjadi seperti ini," katanya.

Dia menjelaskan, untuk menemukan solusi terkait PSSI dan LPI, sebaiknya Mennegpora dipanggil ke DPR. Begitu juga PSSI dan LPI.

"Saya sudah sampaikan usul di komisi agar panggil LPI dan PSSI, tetapi tak disetujui. Kemudian kami di komisi setuju panggil Menegpora dulu, baru kita akan panggil LPI dan PSSI," katanya.

Dia menyatakan, hadirnya LPI merupakan cerminan rakyat yang memprotes hancurnya prestasi sepak bola nasional. "Tetapi jangan bisnisnya dulu, tetapi bagaimana sistem untuk membangun prestasi," katanya.

Dia menyatakan, harus ada pemahaman baik di pemain maupun di masyarakat bahwa kalau masuk akses prestasi melalui tim nasional melalui PSSI, sedangkan kalau mau bisnis melalui LPI.

"Sekarang ada nuansa politicking. Kalau ada nuansa bisnis saja, tak ada prestasi," katanya.

Dia juga mengatakan, LPI harus punya kesadaran mengenai akses internasional. "Kalau tanpa akses internasional kita hanya berprestasi di dalam negeri. Kalau duduk bareng dari awal, persoalan tidak rumit seperti ini," katanya.

Dia menyatakan, keduanya (PSSI dan LPI) lebih mementingkan ego dan saling merasa ada ancaman.

"Publik menganggap sedang ada pertarungan pihak tertentu untuk masuk ke olah raga. Sepak bola akan dijadikan kendaraan politik," katanya.

karena itu, untuk selesaikan masalah, Menegpora harus segera turun tangan. "Sudah terlambat untuk turun tangan, tetapi lebih baik daripada tidak sama sekali," katanya.

Di sisi lain, LPI juga perlu kembali melobi PSSI untuk capai solusi. "Karena tujuan keduanya adalah berkibarnya Merah Putih," katanya.

[sumber: forum.vivanews.com]

LPI: PSSI Bikin Malu Negara Saja!

Juru bicara Liga Primer Indonesia Abi Hasantoso menilai sikap PSSI yang berani melarang Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) sebagai tindakan yang memalukan bangsa.

Perseteruan antara PSSI dengan liga yang dicap ilegal dan liar itu terus berlanjut. Setelah menegaskan tidak akan mengakui liga yang digagas pengusaha kelas kakap Arifin Panigoro itu, kini PSSI berniat menjegal kedatangan pemain asing yang diincar klub-klub LPI.

LPI berniat membantu rencana Jakarta 1928 untuk mendatangkan James dan Phil Younghusband, dua bersaudara punggawa Timnas Filipina. Namun PSSI mengaku telah menelepon PFF untuk menggagalkan rencana tersebut dengan alasan bisa mendatangkan sanksi dari FIFA. PSSI mengaku akan melaporkan ke FIFA bila hal ini berlanjut.

“Saya lihat tindakan PSSI ini berlebihan. Apa haknya melarang-larang orang bekerja? Mereka kan mau bekerja,” ujar Abi. “Malah ini bisa merusak hubungan kedua negara.”

“Indonesia dan Filipina kan berusaha mempererat persahabatan, salah satunya lewat sepak bola dan transfer pemain ini. Kalau begini kan bisa mengganggu. Masa PSSI mau melampaui pemerintah?”

Abi merasa, sikap PSSI menelepon PFF, meski tidak menggertak secara langsung, bisa dianggap sebagai sebuah ancaman. Ini dianggap Abi sebagai hal yang memalukan.

“Budaya ancam-mengancam ini merupakan budaya yang buruk yang harus segera dihilangkan di Indonesia,” ujar Abi. “Apa haknya mengatur-atur negara lain. Hal seperti ini justru bisa menimbulkan preseden buruk, bisa memalukan negara.”

Abi menjelaskan, hal ini sudah ia sampaikan kepada DPR RI dan selanjutnya Komisi X DPR RI akan meminta keterangan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng mengenai masalah ini. Pertemuan dijadwalkan pada Rabu (19/1)

[sumber: forum.vivanews.com]

Dapat Promosi Gratis LPI Terima Kasih Kepada PSSI

Jakarta - Ada hikmah besar bagi Liga Primer Indonesia (LPI) di balik perseteruannya dengan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). Gara-gara dipersoalkan oleh PSSI, LPI jadi perhatian dunia internasional. Hal itu dituturkan oleh juru bicara LPI, Abi Hasantoso.

"Akibat hal yang tidak ditangani dengan baik oleh PSSI, LPI sekarang mendunia. Bahkan, seorang Sekjen FIFA memberi perhatian lebih kepada LPI dan ini tidak pernah terjadi di manapun. Jadi, LPI bisa besar seperti ini menasional dan mendunia karena PSSI. Kami berterima kasih kepada PSSI," ujar Abi di Jakarta, Jumat (14/1/2011).

Mantan wartawan ini menjelaskan, sebenarnya LPI itu hanya urusan kecil, tapi dibesar-besarkan oleh PSSI. "Sebetulnya LPI itu urusannya kecil, seujung jari kelingking. Urusannya cuma mau membangun industri sepak bola di Indonesia. Tapi oleh asosiasi sepak bola Indonesia ini dijadikan isu nasional," tandasnya.\

Akhirnya, posisi LPI yang semestinya berada di bawah PSSI justru terkesan sejajar. "Bayangkan, LPI yang seharusnya di bawah asosiasi sepak bola Indonesia sekarang justru seolah-olah sejajar. Coba bisa lihat beberapa media. Logo LPI disejajarkan dengan PSSI. Itu karena PSSI membesarkan LPI," kata Abi.

Bahkan, lanjutnya, seminggu lalu Abi mendengar berita media di Qatar yang melansir pemberitaan bahwa LPI jadi perhatian FIFA. "Dari Qatar kita mendengar kabar LPI jadi perhatian FIFA. LPI sekarang sejajar FIFA. Sejajar berita dunia, melebihi PSSI," tuturnya bangga.

[sumber: forum.vianews.com]

Nugraha Besoes: Konyol Jika PSSI Karang Surat FIFA

Jakarta - PSSI membantah keras mengarang surat teguran dari FIFA hanya karena tata bahasa Inggris dalam surat itu dinilai buruk. Menurut Sekjen Nugraha Besoes, konyol jika PSSI melakukan hal itu.

Surat FIFA tertanggal 11 Januari 2011 telah tersebar di internet dan menjadi pembahasan berbagai forum diskusi. Terdapat beberapa kesalahan tata bahasa penulisan di surat itu, sehingga menimbulkan sejumlah pertanyaan, termasuk bagaimana mungkin organisasi sebesar FIFA melakukan kesalahan bahasa.

Kang Nug -- panggilan Nugraha Besoes -- menolak dengan tegas apabila pihaknya diduga mengada-ada soal surat tersebut.

"Biar saja komentar orang seperti apapun. PSSI tidak akan gegebah memanipulasi masalah penting dalam mempertahankan marwah organisasi. Mana mungkin kita mengarang surat sendiri yang penting. Itu namanya konyol," demikian Kang Nug melalui pesan SMS kepadadetiksport, Sabtu (15/1) pagi.

"Kalau soal bahasa, itu hak mereka untuk menulisnya. Kalau kurang yakin, tanya sama public relation FIFA di sana, atau kantor sekretaris jenderal FIFA. PSSI tidak mengada-ada.

"Makin sering orang membicarakan masalah surat atau kegiatan, makin memperjelas ketidaktahuan orang tentang apa dan bagaimana FIFA. Mereka masih harus belajar lagi tentang organisasi, aturan, mekanisme, prosedur dan administrasi FIFA.

“Kasihan saya melihat orang seperti itu, termasuk rekan pers. Kalau tidak yakin cari info yang benar, jangan hanya memuat omongan orang yang sifatnya menyalahkan. Makin tersudut orang, biasanya makin nekat.

"PSSI akan terus menegakkan aturan demi tegaknya kebenaran berorganisasi," demikian akhir SMS Kang Nug tersebut.

[sumber: detik.com]

Didapuk Jadi yang Termahal di LPI, Amancio Fortes Siap Maksimal


Semarang - Pemain Semarang United, Amancio Fortes, disebut-sebut sebagai pemain termahal di Liga Primer Indonesia (LPI). Untuk menebusnya, pemain asal Angola itu bertekad tampil maksimal.

"Ya, saya akan berusaha main sebaik mungkin," kata Fortes usai launching Semarang United FC (SUFC) di Hotel Patrajasa Semarang, Jl. Sisingamangaraja, Jumat (14/1/2011).

Dalam berkomunikasi, bahasa Inggris Fortes cukup lancar dengan aksen yang juga jelas. Hal yang wajar karena dia pernah berlatih bersama Manchester United U-17 selama setahun.

Pemain berusia 20 tahun ini mengaku tak tahu banyak sepak bola Indonesia. Dia juga mengaku sejauh ini agak kesulitan beradaptasi.

"Ini kali pertama di sini. Saya baru main (liga) besok," katanya.

Apa yang disiapkan untuk laga besok? "Saya akan tidur, istirahat. Siap-siap mental," kata pemain yang memang terlihat masih 'kecil' ini.

Selain Fortes, SUFC punya dua pemain asing lain, yakni Amrildo de Souza (Brasil) dan Josh Maguire (Australia). Sementara, dua pemain asing lain masih ditunggu kedatangannya.

Peluncuran SUFC sendiri berlangsung sangat meriah dengan dihadiri Sekda Jateng Hadi Prabowo, Kapolda Irjen Edward Aritonang, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Langgeng Sulistiyono, Walikota Semarang Soemarmo HS, dan sejumlah pejabat lainnya dan acara dimeriahkan oleh penampilan dancer dan Pecas Ndahe itu.

[sumber: detik.com]

Bahasa Inggris Surat FIFA untuk PSSI Dinilai Buruk


Jakarta - Surat ancaman hukuman FIFA yang dikirimkan kepada PSSI, terkait kontroversi munculnya kompetisi Liga Primer Indonesia, dinilai aneh karena banyak kesalahan dari aspek tata bahasa Inggris.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (13/1/2011) lalu PSSI menggelar konferensi pers bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberitahukan bahwa FIFA telah mengirim sebuah surat melalui faksimili ke sekretariat PSSI. Disebutkan bahwa badan sepakbola dunia itu akan mengambil tindakan terkait adanya sebuah kompetisi (LPI) yang tidak akui oleh federasi (PSSI).

Pada saat konpers jelang sore hari, Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menunjukkan tanda tangan di surat tersebut. Baru belakangan ditemukan bahwa surat itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Paraf itu terdapat di halaman kedua surat.

Surat tersebut telah beredar di internet, dan redaksidetiksport menerima email dari beberapa pembaca yang mengkritisinya dari segi tata bahasa. Disebutkan bahwa ada banyak kesalahan grammar.

Surat itu juga menulis Liga Premier (LPI) in Indonesia, bukan Premier League in Indonesia atau Indonesian Premier League. Beberapa pemakaian kata "to be" juga dinilai tidak tepat.

Keanehan lain terdapat di halaman dua yang hanya memuat tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcker, yang template-nya berbeda dengan halaman pertama. Di halaman pertama terdapatfooter alamat markas FIFA, sedangkan halaman kedua tidak ada, cuma angka 2 untuk menunjukkan status halaman.

"Apakah FIFA tidak punya karyawan untuk memperbaiki kalimat sehingga sesuai dengan tata bahasa dalam surat yang mereka kirimkan?" demikian ditulis Ario Laksamana, mahasiswa Fachhochschule Frankfurt, Republik Federal Jerman, dalam email analiasisnya kepadadetiksport.

Sebelumnya, juru bicara Abi Hasantoso juga mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Menurutnya, adalah tidak biasa isi surat dan tanda tangan penulisnya tertera dalam halaman yang terpisah. Ia juga tidak merasa heran dengan cepatnya FIFA merespons surat PSSI (selang satu hari). "PSSI bukan sekelas federasi Jerman atau Brasil yang direspon cepat," ujarnya.

Berikut ini kutipan lengkap surat FIFA tersebut, yang beredar di internet:


FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)



Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.


We thank you for your cooperation.


SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary


[sumber: detik.com]

Wednesday, January 12, 2011

Wow! PSM Tawar Boaz Rp 3 Miliar


Klub Liga Primer Indonesia atau LPI, PSM Makassar, mengincar mantan ujung tombak tim nasional PSSI Boaz Salossa yang kini merumput di Persipura Jayapura.

Peluang Boaz untuk bergabung di klub ini dirasa terbuka lebar. Pasalnya, adik kandung Ortisan "Sajojo" Salossa ini telah dicoret dari skuad timnas PSSI oleh pelatih Alfred Riedl. PSM memperkirakan mantan top scorer Liga Super Indonesia (LSI) tak lagi bergabung dengan timnas. Artinya, tak ada beban bagi Boaz untuk tidak bermain di kompetisi LPI.

Sebagai langkah awal, Managing Director PSM Husain Abdullah melakukan pendekatan kepada Sajojo. "Saya sangat akrab dengan Sajojo, dan Sajojo pun sangat hormat dengan Ketua Umum (Ilham Arief Sirajuddin). Siapa tahu Sajojo bisa membawa Boas ke Makassar," kata Uceng—panggilan akrab Husain, Rabu (12/1/2011).

Jika Boas memang berminat memperkuat PSM di LPI, manajemen siap mengontraknya seharga pemain asing. Standar kontrak pemain asing di LPI antara Rp 2 miliar-Rp 3 miliar untuk dua musim kompetisi.

Menurut Uceng, jika PSM berhasil mengontrak Boaz, PSM sudah tidak membutuhkan striker asing. Sebab, duet Boaz-Andi Oddang diyakini sudah tokcer untuk menjebol gawang lawan. Apalagi, Boaz kerap menujukkan dirinya sebagai penyerang haus gol.

Sayang, hingga berita ini diturunkan, Boaz belum berhasil dihubungi untuk memberikan konfirmasi.

[sumber: detik.com]

Tuesday, January 11, 2011

Pierre Njanka-Aceh United Teken Kontrak Besok


Banda Aceh - Ke mana Pierre Njanka akan melanjutkan karir sepakbolnya akhirnya terjawab. Dia hampir dipastikan akan memperkuat Aceh United di ajang Liga Primer Indonesia untuk kontrak berdurasi satu tahun.

Njanka beberapa hari lalu memutuskan meninggalkan Arema Indonesia. Meski kubu 'Singo Edan' menyebut sangdefender pergi karena alasan keluarga, muncul juga kabar tak sedap soal keterlambatan gaji yang diterima pesepakbola asal Kamerun tersebut.

Berita yang menyebut Njanka akan menyeberang dari ISL ke LPI terbukti benar. kubu Aceh United mengonfirmasi kalau mereka tinggal selangkah lagi untuk bisa mendapatkan pemain berusia 35 tahun itu.

"Pierre Njanka baru akan tandatangan besok Kamis (13/1/2011) dengan konsorsium LPI pusat. Kesepakatan kontrak sudah mencapai 99,9%, durasi kontraknya satu tahun," ungkap CEO LPI untuk Aceh United, Ari Wibowo dalam perbincangan dengan detiksport.

Meski menyebut kalau kesepakatan yang dicapai sudah 99,9% namun kedua pihak ternyata belum sepakat soal nilai kontrak. Njanka meminta bayaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk satu musim kompetisi, jumlah yang belum disepakati kubu LPI dan Aceh United.

"Njanka sudah lima bulan tidak dibayar Arema, sehingga dia berstatus pemain lepas. Sepakbola Aceh sekarang sedang dalam kondisi baik, kami mencari pemain ternama supaya LPI tidak kalah pamor dengan ISL karena Persiraja sedang bertengger di posisi satu (Divisi Utama PSSI)," tuntas Ari.

[sumber: detik.com]

LPI Perjuangkan Irfan & Kim Masuk Timnas

Jakarta - Bermainnya Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan membuat mereka tak bisa masuk ke dalam timnas Indonesia. LPI pun berjanji untuk memperjuangkan hak keduanya, lewat jalur hukum sekalipun.

Hal tersebut berkaitan dengan "ilegalnya" LPi di mata PSSI. Dengan tidak berada di bawah naungan federasi nasional, otomatis LPI disebut PSSI tak diakui oleh FIFA. Dan sebagai imbas, pemain yang berlaga di dalamnya tak bisa dimasukkan ke dalam tim nasional.

Tetapi LPI masih keukeuh berusaha agar Irfan, Kim ataupun Andik Virmansyah bisa bermain di tim nasional. Mereka pun menghadap ke Menpora Andi Mallarangeng, dan Menpora pun memberikan "restu".

"Pertama-tama kita sudah mendapatkan izin dari Menpora bahwa anak bangsa yang terbaik di bidangnya, termasuk sepakbola, punya hak yang sama untuk membela Indonesia di ajang internasional," ujar Juru Bicara LPI Abi Hasantoso kepada detikSport.

"(Alfred) Riedl cukuplah berkonsentrasi untuk mencari pemain terbaik dari kompetisi mana pun. Siapa pun berhak untuk masuk timnas. Apalagi itu dianjurkan oleh Menpora," lanjutnya.

Abi kemudian mengungkapkan bahwa kubu LPI akan menunggu dulu sampai proses seleksi timnas, yang saat ini tengah berlangsung, selesai. Andai pada akhirnya Irfan dan Kim tak juga bisa masuk timnas, mereka pun siap membantu melalui jalur hukum.

"Kita juga akan membantu secara hukum. Tim legal kita tengah berusaha untuk memulihkan hak-hak mereka."

"Irfan dan Kim itu cita-citanya bermain untuk tim nasional. Katakanlah pemain kita ini tetap tak bisa masuk juga. Baru kita akan bertemu Menpora lagi," tukasnya.

[sumber: detik.com]

Bicara Peraturan, LPI Sindir PSSI & Nurdin Halid

Jakarta - PSSI berlindung di balik peraturan kala menentang hadirnya Liga Primer Indonesia (LPI). LPI tak menghiraukannya, dan sebaliknya langsung memberikan balasan... sekaligus sedikit menyindir Nurdin Halid.

Dengan dalih pengakuan dari FIFA, PSSI pun menyebut LPI sebagai kompetisi ilegal. Jelang dimulainya kompetisi baru tersebut akhir pekan lalu, sanksi dari FIFA pun disebut-sebut bakal dijatuhkan pada LPI. Tapi pencetus LPI, Arifin Panigoro, memilih untuk cuek.

Belakangan LPI, melalui juru bicaranya, Abi Hasantoso, membalas berbagai dalih peraturan tersebut. Ini bermula dari niat LPI untuk memperjuangkan beberapa pemainnya masuk ke dalam tim nasional Indonesia.

PSSI memang menegaskan bahwa hanya mereka yang bermain di Liga Indonesia-lah yang bisa bermain di timnas Indonesia. Tapi LPI bertahan dengan izin dari Menpora Andi Mallarangeng.

"Pertama-tama kita sudah mendapatkan izin dari Menpora bahwa anak bangsa yang terbaik di bidangnya, termasuk sepakbola, punya hak yang sama untuk membela Indonesia di ajang internasional," ujar Abi kepada detikSport.

Abi pun menyindir PSSI yang kerap bicara peraturan, namun kerap melanggarnya sendiri.

"Jangan bicara di balik peraturan, sementara tak melihat peraturan yang lain."

"Jangan bicara peraturan, sementara tak mengindahkannya sendiri. Jelas-jelas ada peraturan tidak boleh ada di dalam federasi kalau pernah tersandung kasus kriminal, masih dilakukan juga."

"Sementara, ini kan pemain-pemain kita tak pernah terlibat kriminal, masa tak boleh main di timnas," tukasnya.

Ucapan Abi tersebut bisa jadi merupakan sindiran terhadap Nurdin Halid yang pernah dua kali masuk penjara akibat kasus korupsi, namun masih bisa duduk di kursi Ketua Umum PSSI--kendati PSSI berdalih, FIFA sudah menyetujui statuta mereka.

[sumber: detik.com]

Jakarta 1928 Selangkah Lagi Dapatkan Duo Younghusband

Jakarta - Jakarta 1928 mengonfirmasi bahwa pihaknya bakal memboyong personel timnas Filipina James dan Phillip Younghusband. Selain itu tim ibukota ini juga tengah mendekati Emanuel De Porras.

Diberitakan Philippine Daily Inquirer Minggu kemarin, Franco Lorenzo selaku agen dari Younghusband bersaudara siap untuk bergabung dengan Jakarta 1928. Lorenzo mengatakan hari Rabu perwakilan dari klub LPI tersebut akan terbang ke Filipina untuk finalisasi.

Hal ini dikonfirmasi oleh pihak Jakarta 1928. "Iya benar. Rencana dari manajemen besok (Rabu 12 Januari) kita ke Filipina. Rencananya hari itu sign contract," ujar manajer Jakarta 1928 Ardhi Tjahjoko ketika dihubungidetiksport melalui telepon, Selasa (11/1/2011) pagi WIB.

Ardhi menceritakan bahwa pendekatan terhadap Younghusband bersaudara sudah dilakukan sejak Piala AFF silam. Ada pun untuk soal kontrak, Ardhi mengatakan detilnya dijelaskan besok.

"Salah satu syarat yang diminta oleh Younghusband bersaudara adalah ketika timnas Filipina ada jadwal bertanding, mereka pulang ke negaranya," kata Ardhi.

Kehadiran Younghusband bersaudara akan menyusul dua pemain lain yang sudah lebih dahulu berseragam Jakarta 1928 yakni Gustavo Ortiz dan Leonardo.

Selain duo Filipina itu, klub ibukota ini juga tengah mengincar pemain lain. "Kami juga lagi nego dengan Emanuel De Porras. Komunikasi dengan dia baru lewat telepon dan email," jelas Ardhi.

"Intinya dia ingin bergabung. Namun masih belum ada kecocokan harga," tuntas Ardhi.

De Porras sendiri memiliki pengalaman bermain di Indonesia. Pemain berjuluk "Cachi" tersebut pernah menjadi pilar di Persija Jakarta dan PSIS Semarang.

[sumber: detik.com]

Wow! Aceh United Kejar Mark Viduka

Banda Aceh - Aceh United terus berbenah demi mempersiapkan diri menghadapi Liga Primer Indonesia. Selain mendatangkan Pierre Njanka, klub tersebut juga serius mengejar mantan striker timnas Australia, Mark Viduka.

"Untuk mempertajam lini depan, Aceh United sedang membidik Mark Viduka. Ini juga untuk membuat LPI lebih menarik dibanding ISL," sahut CEO LPI untuk Aceh United, Ari Wibowo dalam perbincangan dengan detiksport.

Viduka saat ini berstatus tanpa klub, setelah terakhir membela Newcastle United dalam kurun 2007 sampai 2009. Striker yang tahun ini menginjak usia 35 tahun itu sempat menjadi andalan lini depan The Soceroos, selain memperkuat beberapa klub Liga Primer Inggris seperti Leeds United, Middlesbrough dan Celtic di Liga Skotlandia.

Upaya mengejar pemilik 43 caps dan sumbangan 11 gol untuk Australia itu sejauh ini sudah mulai dilakukan kubu Aceh United. Kepastian mau atau tidaknya Viduka bermain di LPI akan diketahui pada Sabtu (15/1/2011) akhir pekan ini.

"Lionel (Charbonnier, pelatih Aceh United) punya link di Australia hingga dialah yang mencoba melakukan kontak dengan agen Viduka. Viduka sudah tahu kalau Aceh United menincar dia. Kepastian mau atau tidaknya dia akan didapat Sabtu akhir pekan ini," tuntas Ari.

[sumber: detik.com]