Tuesday, November 16, 2010

Sejarah Gunung Merapi sejak 700 000 tahun yang lalu

 
i
 
26 Votes
Quantcast
Awan panas, ciri letusan Gunung Merapi, Jogjakarta.
Tentunya menghindari bahayanya sertamemanfaatkan faedahnya tidak hanya diperlukan ketika sedang membutuhkansaja. Cerita sejarah gunung Merapi juga menarik utk diketahui sebagaipengetahuan bagi kita yang awam volkanologi. Dibawah ini tulisan dariBadan Geologi mengenai sejarah Gunung Merapi yang bulan Oktober 2010ini sedang bergolak.
:( “Pakdhe ini yang mendongeng Pak Sukhyar ya ?”
:D “Looh Pak Sukhyar itu Rajane Badan Geologi, mestinya ini staffnya Pak Surono yang mendongeng”

SEJARAH GEOLOGI

Hasil penelitian stratigrafi menunjukkan sejarah terbentuknya Merapisangat kompleks. Wirakusumah (1989) membagi Geologi Merapi menjadi 2kelompok besar yaitu Merapi Muda dan Merapi Tua. Penelitian selanjutnya(Berthomier, 1990; Newhall & Bronto, 1995; Newhall et.al, 2000)menemukan unit-unit stratigrafi di Merapi yang semakin detil. MenurutBerthommier,1990 berdasarkan studi stratigrafi, sejarah Merapi dapatdibagi atas 4 bagian :

PRA MERAPI (+ 400.000 tahun lalu)

Disebut sebagai Gunung Bibi dengan magma andesit-basaltik berumur ±700.000 tahun terletak di lereng timur Merapi termasuk KabupatenBoyolali. Batuan gunung Bibi bersifat andesit-basaltik namun tidakmengandung orthopyroxen. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2050m di atas muka laut dengan jarak datar antara puncak Bibi dan puncakMerapi sekarang sekitar 2.5 km. Karena umurnya yang sangat tua GunungBibi mengalami alterasi yang kuat sehingga contoh batuan segar sulitditemukan.

MERAPI TUA (60.000 – 8000 tahun lalu)

Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yangmerupakan fase awal dari pembentukannya dengan kerucut belum sempurna.Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo danPlawangan berumur sekitar 40.000 tahun. Produk aktivitasnya terdiridari batuan dengan komposisi andesit basaltic dari awanpanas, breksiasilava dan lahar.

MERAPI PERTENGAHAN (8000 – 2000 tahun lalu)

Terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukitBatulawang dan Gajahmungkur, yang saat ini nampak di lereng utaraMerapi. Batuannya terdiri dari aliran lava, breksiasi lava dan awanpanas. Aktivitas Merapi dicirikan dengan letusan efusif (lelehan) daneksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan“de¬bris-avalanche” ke arah barat yang meninggalkan morfologitapal-kuda dengan panjang 7 km, lebar 1-2 km dengan beberapa bukit dilereng barat. Pada periode ini terbentuk Kawah Pasarbubar.
:( “Pakdhe, Pak Sukhyar kok tahu umurnya Merapi sudah ribuan tahun ya. Apa blio pernah lihat KTP batuan volkaniknya ?” :D “Thole, Setiap batuan bisa diketahui umurnya dengan cara tertentu. Bisa dengan fosilnya, bisa juga dengan radioaktifitasnya”

MERAPI BARU (2000 tahun lalu – sekarang)

Dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang saat inidisebut sebagai Gunung Anyar yang saat ini menjadi pusat aktivitasMerapi. Batuan dasar dari Merapi diperkirakan berumur Merapi Tua.Sedangkan Merapi yang sekarang ini berumur sekitar 2000 tahun. Letusanbesar dari Merapi terjadi di masa lalu yang dalam sebaran materialnyatelah menutupi Candi Sambisari yang terletak ± 23 km selatan dariMerapi. Studi stratigrafi yang dilakukan oleh Andreastuti (1999) telahmenunjukkan bahwa beberapa letusan besar, dengan indek letusan (VEI)sekitar 4, tipe Plinian, telah terjadi di masa lalu. Letusan besarterakhir dengan sebaran yang cukup luas menghasilkan Selokopo tephrayang terjadi sekitar sekitar 500 tahun yang lalu. Erupsi eksplosif yanglebih kecil teramati diperkirakan 250 tahun lalu yang menghasilkanPasarbubar tephra. Skema penampang sejarah geologi Merapi menurutBerthommier, 1990 (gambar kanan).
Peta menunjukkan sebaran endapan awanpanas Merapi 1911-2006. Hanyawilayah timur lereng yang bebas dari arah aliran awapanas dalam kurunwaktu tersebut.
:( “Wah kalau gitu yang di Timur puncak merapi aman ya ?”
:D“Untuk waktu kali ini mungkin saja aman. Tetapi kalau nanti dindingsebelah timur ambrol juga bisa berbahaya Thole. Seperti runtuhnya GegerBoyo tahun 2006 yang menyebabkan luncurannya ke selatan”

SEJARAH ERUPSI

Tipe erupsi Gunung Merapi dapat dikategorikan sebagai tipe Vulkanianlemah. Tipe lain seperti Plinian (contoh erupsi Vesuvius tahun 79)merupakan tipe vulkanian dengan daya letusan yang sangat kuat. ErupsiMerapi tidak begitu eksplosif namun demikian aliran piroklastik hampirselalu terjadi pada setiap erupsinya. Secara visual aktivitas erupsiMerapi terlihat melalui proses yang panjang sejak dimulai denganpembentukan kubah lava, guguran lava pijar dan awanpanas (pyroclasticflow).Merapi termasuk gunungapi yang sering meletus. Sampai Juni 2006,erupsi yang tercatat sudah mencapai 83 kali kejadian. Secara rata-rataselang waktu erupsi Merapi terjadi antara 2 – 5 tahun (periode pendek),sedangkan selang waktu periode menengah setiap 5 – 7 tahun. Merapipernah mengalami masa istirahat terpanjang selama >30 tahun,terutama pada masa awal keberadaannya sebagai gunungapi. Memasuki abad16 kegiatan Merapi mulai tercatat cukup baik. Pada masa ini terlihatbahwa waktu istirahat terpanjang pernah dicapai selama 71 tahun ketikajeda antara tahun 1587 sampai dengan tahun 1658.
Evolusi Gunung Merapi
Sejarah letusan gunung Merapi mulai dicatat (tertulis) sejak tahun1768. Namun demikian sejarah kronologi letusan yang lebih rinci baruada pada akhir abad 19. Ada kecenderungan bahwa pada abad 20 letusanlebih sering dibanding pada abad 19. Hal ini dapat terjadikarenapencatatan suatu peristiwa pada abad 20 relatif lebih rinci.Pemantauan gunungapi juga baru mulai aktif dilakukan sejak awal abad20. Selama abad 19 terjadi sekitar 20 letusan, yang berarti intervalletusan Merapi secara rata-rata lima tahun sekali. Letusan tahun 1872yang dianggap sebagai letusan terakhir dan terbesar pada abad 19 dan 20telah menghasilkan Kawah Mesjidanlama dengan diameter antara 480-600m.Letusan berlangsung selama lima hari dan digolongkan dalam kelas D.Suara letusan terdengar sampai Kerawang, Madura dan Bawean. Awanpanasmengalir melalui hampir semua hulu sungai yang ada di puncak Merapiyaitu Apu, Trising, Senowo, Blongkeng, Batang, Woro, dan Gendol.Awanpanas dan material produk letusan menghancurkan seluruhdesa-desa yang berada di atas elevasi 1000m. Pada saat itu bibir kawahyang terjadi mempunyai elevasi 2814m (;bandingkan dengan saat inipuncak Merapi terletak pada elevasi 2968m). Dari peristiwa-peristiwaletusan yang telah lampau, perubahan morfologi di tubuh Gunung dibentukoleh lidah lava dan letusan yang relatif lebih besar. Gunung Merapimerupakan gunungapi muda. Beberapa tulisan sebelumnya menyebutkan bahwasebelum ada Merapi, telah lebih dahuiu ada yaitu Gunung Bibi (2025m),lereng timurlaut gunung Merapi. Namun demikian tidak diketahui apakahsaat itu aktivitas vulkanik berlangsung di gunung Bibi. Dari pengujianyang dilakukan, G. Bibi mempunyai umur sekitar 400.000 tahun artinyaumur Merapi lebih muda dari 400.000 tahun. Setelah terbentuknya gunungMerapi, G. Bibi tertimbun sebagian sehingga saat ini hanya kelihatansebagian puncaknya. Periode berikutnya yaitu pembentukan bukit Turgodan Plawangan sebagai awal lahirnya gunung Merapi. Pengujianmenunjukkan bahwa kedua bukit tersebut berumur sekitar maksimal 60.000tahun (Berthomrnier, 1990). Kedua bukit mendominasi morfologi lerengselatan gunung Merapi.Pada elevasi yang lebih tinggi lagi terdapat satuan-satuan lavayaitu bukit Gajahmungkur, Pusunglondon dan Batulawang yang terdapat dilereng bagian atas dari tubuh Merapi. Susunan bukit-bukit tersebutterbentuk paling lama pada, 6700 tahun yang lalu (Berthommier,1990).Data ini menunjukkan bahwa struktur tubuh gunung Merapi bagian atasbaru terbentuk dalam orde ribuan tahun yang lalu. Kawah Pasarbubaradalah kawah aktif yang menjadi pusat aktivitas Merapi sebelumterbentuknya puncak.
:D “Nah ini Thole, bagaimana dinamika gunung berapi itu sangat tergantung dari morfologi atau topografi kepundannya”
Diperkirakan bahwa bagian puncak Merapi yang ada di atas Pasarbubar
baru terbentuk mulai sekitar 2000 tahun lalu. Dengan demikian jelas
bahwa tubuh gunung Merapi semakin lama semakin tinggi dan proses
bertambahnya tinggi dengan cepat nampak baru beberapa ribu tahun lalu.
Tubuh puncak gunung Merapi sebagai lokasi kawah aktif saat ini
merupakan bagian yang paling muda dari gunung Merapi. Bukaan kawah yang
terjadi pernah mengambil arah berbeda-beda dengan arah letusan yang
bervariasi. Namun demikian sebagian letusan mengarah ke selatan, barat
sampai utara. Pada puncak aktif ini kubah lava terbentuk dan kadangkala
terhancurkan oleh letusan. Kawah aktif Merapi berubah-ubah dari waktu
ke waktu sesuai dengan letusan yang terjadi. Pertumbuhan kubah lava
selalu mengisi zona-zona lemah yang dapat berupa celah antara lava lama
dan lava sebelumnya dalam kawah aktif Tumbuhnya kubah ini ciapat
diawali dengan letusan ataupun juga sesudah letusan. Bila kasus ini
yang terjadi, maka pembongkaran kubah lava lama dapat terjadi dengan
membentuk kawah baru dan kubah lava baru tumbuh dalam kawah hasil
letusan. Selain itu pengisian atau tumbuhnya kubah dapat terjadi pada
tubuh kubah lava sebelumnya atau pada perbatasan antara dinding kawah
lama dengan lava sebelumnya. Sehingga tidak mengherankan kawahkawah
letusan di puncak Merapi bervariasi ukuran maupun lokasinya. Sebaran
hasil letusan juga berpengaruh pada perubahan bentuk morfologi,
terutama pada bibir kawah dan lereng bagian atas. Pusat longsoran yang
terjadi di puncak Merapi, pada tubuh kubah lava biasanya pada bagian
bawah yang merupakan akibat dari terdistribusikannya tekanan di bagian
bawah karena bagian atas masih cukup kuat karena beban material.
Lain halnya dengan bagian bawah yang akibat dari desakan menimbulkan
zona-zona lemah yang kemudian merupakan pusat-pusat guguran. Apabila
pengisian celah baik oleh tumbuhnya kubah masih terbatas jumlahnya,
maka arah guguran lava masih dapat terkendali dalam celah yang ada di
sekitarnya. Namun apabila celah-celah sudah mulai penuh maka akan
terjadi penyimpangan-penyimpangan tumbuhnya kubah. Sehingga pertumbuhan
kubah lava yang sifat menyamping (misal, periode 1994 – 1998) akan
mengakibatkan perubahan arah letusan. Perubahan ini juga dapat terjadi
pada jangka waktu relatif pendek dan dari kubah lava yang sama.
Pertumbuhan kubah lava ini berkembang dari simetris menjadi asimetris
yang berbentuk lidah lava. Apabila pertumbuhan menerus dan kecepatannya
tidak sama, maka lidah lava tersebut akan mulai membentuk morfologi
bergelombang yang akhirnya menjadi sejajar satu sama lain namun masih
dalam satu tubuh. Alur pertumbuhannya pada suatu saat akan mencapai
titik kritis dan menyimpang menimbulkan guguran atau longsoran kubah.
Kronologi semacam ini teramati pada th 1943 (April sampai Mei 1943).
Penumpukan material baru di daerah puncak akibat dari pertumbuhan kubah terutama terlihat dari perubahan ketinggian maksimum dari puncak Merapi. Beberapa letusan yang dalam sejarah telah mengubah morfologi puncak antara lain letusan periode 18221823 yang menghasilkan kawah berdiameter 600m, periode 1846 – 1848 (200m), periode 1849 (250 – 400m), periode 1865 – 1871 (250m), 1872 – 1873 (480 – 600 m), 1930, 1961.

No comments:

Post a Comment