Wednesday, November 10, 2010

Saat Jadi Pengacara, Obama Ternyata Lugu

Jakarta - Pidato Barack Obama dalam kunjungan dua harinya (9-10/11/2010) di Indonesia boleh jadi dielu-elukan hampir seluruh orang Indonesia. Saat menjadi pengacara, Obama justru tidak menunjukkan kemampuan orasinya di pengadilan.

Kala dia menyampaikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Rabu (10/11/2010), seluruh orang yang menyaksikan dibuat takjub. Terlebih Obama mengucapkan beberapa kalimat berbahasa Indonesia dengan fasih. Inilah yang membuat Obama jadi sorotan utama orang Indonesia.

Dari Depok itu, kita bisa menyaksikan kemampuan orasi dan berbicara Obama secara langsung. Namun ternyata Obama jago orasi itu belum lama. Sebelum jadi politisi dan menjabat Presiden AS, Obama hanyalah seorang pengacara biasa. Dia bekerja sebagai pengacara di Chicago, AS. Itu pun bukanlah kantor pengacara papan atas Amerika. Obama hanya bekerja di law firm yang biasa-biasa saja.

Peran Obama kala menjadi lawyer sempat ditulis laman www.suntimes.com. Di situs itu, terbeberkan bahwa Obama itu tipe pengacara yang lugu di ruang sidang. Dia tak beringas, tak pula berapi-api. Obama bukan tipikal pengacara agresif seperti dalam film besutan Hollywood, Devils Advokat maupun Class Action.

Praktis Obama hanya seorang pengacara yang cuma di belakang meja. Obama juga dianggap sebagai pengacara yang bertipe kuat dan pendiam. Kala berkenalan dengan kliennya, Obama kalem. Kemudian dia berdiri di samping dan membiarkan pengacara lain yang berbicara di persidangan. Obama hanya duduk di belakang meja.

Obama sempat delapan tahun bekerja di kantor pengacara Miner, Barnhill, & Galland. Di situ dia hanya meneliti hukum atau undang-undang atau merancang strategi-strategi dalam menyelesaikan perkara. Praktis Obama tak pernah beraksi di persidangan, berperan sebagai pengacara yang lihai membela kliennya di pengadilan. Obama tak pernah menampilkan pidato dan orasi apik seperti yang dipertontonkannya di Depok itu.

Kantor pengacara tempatnya bekerja itu tergolong tak besar. Itu lawfirm kecil di Chicago. Obama bisa bergabung di situ berkat ajakan Charler J Barhhill Jr. Dia salah satu pengacara senior di kantor itu. Bahkan Judsun Miner, salah seorang pemilik kantor pengacara itu juga sempat mengeluhkan Obama.

"Dia menulis banyak legal memorandum, tapi dia tidak mau mencoba beberapa kasus yang ada (untuk beracara di pengadilan)," katanya.

Selama jadi pengacara, Obama hanya berpraktik di Pengadilan Federal di Chicago. Sepanjang kariernya sebagai pengacara, hanya 10 kasus yang ditanganinya. Lima kasus ditangani di pengadilan negeri (PN) dan lima kasus ditangani pengadilan tingkat banding. Namun, Miner mencatat ada 30 kasus yang mendapat sentuhan tangan dingin Obama.

Obama menempuh pendidikan sarjananya di Columbia University di Fakultas Ilmu Politik dengan jurusan hubungan internasional. Lulus dari situ, Obama masuk ke Harvard Law School. Ia menyelesaikan studinya dengan predikat magna cum laude.

Obama sempat menjabat sebagai Presiden Harvard Law Review, jurnal hukum resmi milik Harvard University. Di media itu, Obama duduk sebagai editor. Begitu lulus kuliah, Obama bekerja sebagai pengacara publik di Chicago.

Beranjak dari dunia advokat, dia terjun ke bidang politik. Obama bergabung ke Partai Demokrat. Kariernya ternyata cemerlang. Kini, bisa duduk sebagai Presiden AS. Sebagai politisi, dia dibilang sukses. Tapi, kala jadi pengacara, Obama loyo.

sumber: inilah.com

No comments:

Post a Comment