Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Thursday, March 17, 2011

10 Mesin Unik Di Jepang (Vending Machine)

Berbicara soal Tokyo, gak cuma soal gedung pencakar langit ataupun surga belanja buat setiap orang... Vending Machine disini juga jadi salah satu ikon kota ini. Di kota ini kalo kita pengen belanja gak harus ke supermarket/warung, cukup lewat mesin penjual otomatis aja yang banyak bertebaran dimana2 ...
Disini saya share 10 Machine yang unik disana,

1.Kasumigaseki: Apple packs

Mesin Penjual Otomotis ini berada di Stasiun Shibuya, menjual buah apel setengah potong yang sudah diiris2 agar mudah dimakan dan ditambahkan Vitamin C dalam setiap kemasannya. Pembuatnya berharap mesin ini bisa menjadi solusi snack sehat dan juga bisa jadi untuk alternatif sarapan orang2 disana.
Lokasi : Gerbang keluar B1 and B3 (di luar gerbang tiket)




2.Shibuya: Pisang

Praktis, mudah dikupas. Pisang adalah salah satu buah yang banyak disuka orang2 jepang. Dengan temperatur suhu sekitar 13 derajat, pisang2 ini gak kan cepet rusak/basi. Harganya antara 130 - 370 yen, cukup mahal untuk harga sepotong pisang. Mesin ini baru ada dari sekitar 1 tahun yang lalu dan untuk ke depannya rencananya akan disebarkan ke gym, sekolah, dan gedung2 perkantoran.
Lokasi : Pintu keluar 3 depan toko buku basement 1.



3.Shinbashi : Taiyaki

Semacam Kue yang berbentuk ikan, kenyal yang diisi dengan pasta kacang merah atau coklat. Rasanya tetep enak baik panas atau dingin. Harganya antara 380-570 yen.
Lokasi : Stasiun Shinbashi, Pintu keluar Ginza di depan Tenka no Taiyaki shop.




4.Ikejiri-Ohashi : Natto

Natto adalah makanan hasil fermentasi kedelai, di mesin ini dijual berbagi macam natto diantaranya natto-furikake, amanatto, natto doughnuts.
Lokasi : Pintu keluar barat stasiun Ikejiri-Ohashi.




5.Ginza : Mainan

Hakuhinkan Toy Park berada di sudut perempatan jalan yang ramai di Ginza, Toko ini dipenuhi mainan aneka warna, jenis, dan ukuran. Kalu mau beli, gak perlu masuk toko, cukup memutar ke belakangnya dan disana ada mesin penjual otomatis untuk mengeluarkan mainan2nya, makanya kalaupun toko ini udah tutup, tapi kita bisa beli 24jam penuh pake mesin ini.
Lokasi : Pergi keluar dari Pintu 1 stasiun, dan mesin ini akan terlihat di Chuo Dori



6.JR.Station : Next Generation Vending Machines

JR East sudah mulai memperkenalkan mesin yang mereka sebut 'Next Generation' ke beberapa stasiun mereka. Monolit ini hadir dengan layar panel sentuh yang besar sehingga menampilkan semua item yang tersedia. Tidak hanya itu: mereka juga memiliki sensor untuk menentukan umur dan jenis kelamin dari pelanggan, yang terintegrasi dengan informasi lain, seperti suhu atau waktu, bisa juga untuk menargetkan rekomendasi untuk masing-masing orang tertentu. Misalnya kalo kita bingung mau minum apa, tanya aja ma mesin ini.
Lokasi : Stasiun Shinagawa, Stasiun Tokyo, Stasiun Shibuya, Stasiun Ikebukuro, dan Stasiun2 lainnya termasuk Akihabara, Yokohama, Omiya, Chiba dan Hachioji




7.Harajuku : Hair Care

Mesin penjual otomatis di luar Harajuku's Toni & Guy hair Salon. Tidak hanya menjual minuman, tapi juga tersedia aneka produk untuk rambut.Sebuah layar video sentral di kedua sisi diapit oleh berbagai item salon, termasuk hairclip, hairspray dan shampo. Cabang Harajuku T & G adalah satu-satunya tempat dimana anda akan menemukan mesin ini. Awas, jangan dikira minuman trus dibeli padahal isinya conditioner.




8.Shimokitazawa : T-Shirt

Mengkhususkan menjual aneka T-shirt dengan desain yang disesuaikan sesuai tempat dimana mesin2 ini berada. Harga satu Tshirt disamain sekitar 1800 yen.



9.Akihabara : Canned Oden

Semua jenis makanan kaleng tersedia disini, termasuk ramen, tantan-men (Mie Sedap), pasta in soup, curry risotto, dan noodle2 snack lainnya. Harganya 300 yen untuk setiap jenisnya.



10. Horikiri : Hamburger

masukin uang 100 yen ke mesin, trus tinggal tunggu sambil liat tangan2 mekanik pada kerja bikin burger yang dipesen. Tring, beres deh tinggal dimakan.

[forum.vivanews.com]

Monday, March 14, 2011

Athena, Kota Paling Genit di Dunia


Warga Athena sejak zaman dulu telah mengasah kemampuan menggoda lawan jenisnya.

Meskipun Plato pernah mengatakan kalau "cinta adalah penyakit mental yang serius", tetapi kota asalnya menjadi kota paling genit di dunia atau World's Most Flirtatious City.

Predikat ini merupakan hasil poling Badoo World Flirtation League, yang dilakukan oleh Badoo.com, sebuah situs kencan. Situs tersebut membuat peringkat berdasarkan jumlah 'godaan' yang dilakukan secara online tiap bulannya dalam sebuah situs jejaring sosial.

Kota Moskow di Rusia, berada di peringkat kedua. Sedangkan, Paris yang merupakan kota paling romantis berada hanya berada di peringkat 38 dalam kategori 'Kota Tergenit'. Sedangkan New York juga hanya berada di peringkat 89.

Poling ini dilakukan pada 200 kota di seluruh dunia dan Badoo menganalisa 12 juta kontak bersifat menggoda yang dibuat selama satu bulan. Kontak tersebut dilakukan oleh 108 juta pengguna situs kencan Badoo di 180 negara.

Rata-rata pengguna situs Badoo di Athena melakukan 25,7 godaan online tiap bulannya. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingkan di kota seksi, Rio de Janeiro yaitu 12,4 tiap bulan.

Menurut Simon Hardy, penulis "The Greeks, Eroticism and Ourselves", warga Athena sejak zaman dulu telah mengasah kemampuan menggoda lawan jenisnya. Seperti saat acara pesta minum atau yang dikenal dengan Symposia. Dalam acara tersebut para pria akan menggoda para gadis yang sedang berdansa.

"Sangat pas jika mengatakan warga Athena memiliki seni menggoda yang tinggi sejak zaman dulu, terutama saat Symposia, seperti yang dideskripsikan Plato," kata Hardy, seperti dikutip dari Badoo.com.

[vivanews.com]

Sensasi Santap Malam Terapung di Bangkok


Lampu penerang di dek kapal yang dipadamkan sebagian, menambah romantis suasana.

Segelas jus mixed fruit dan air putih terhidang di meja. Satu perlengkapan alat makan juga tertata rapi. Sebuah lampu duduk dengan desain klasik berada tepat di tengah meja.

Meja berkapasitas enam orang itu ditata di sebuah kapal yang berfungsi sebagai restoran terapung. Tidak hanya satu, deretan meja serupa berjajar pada dek kapal yang terdiri atas ruang bawah dan atas.

Kapasitas dek atas dengan ruang terbuka udara mampu memuat 180 pengunjung restoran. Pada dek bawah, ruangan lebih kecil dengan kapasitas 120 tamu. Perbedaannya, dek bawah di sisinya tertutup kaca dan berpendingin udara.

Itulah gambaran sepintas suasana di kapal restoran bernama Chao Phraya Princess Cruise 2. Dibuat pada 2007, kapal berukuran lebar 10 meter dan panjang 48 meter itu merupakan salah satu dari lima kapal restoran yang mengarungi sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand.

Empat kapal lainnya yang juga berfungsi sebagai restoran adalah Chao Phraya Princess 1, Chao Phraya Princess 3, Chao Phraya Princess 4, dan Royal Chao Phraya.

Ketika akhir pekan lalu, VIVAnews.com berkesempatan menikmati jamuan malam di kapal Chao Phraya Princess 2 berbobot 370 juta ton, suasana semi romantis terasa saat memasuki dek atas kapal.

Ketika kapal mulai bergerak perlahan, semilir angin malam dan pemandangan sejumlah bangunan yang dihiasi lampu-lampu di sepanjang sisi sungai Chao Phraya menjadikan suasana nyaman untuk bersantap malam.

Lampu penerang di dek kapal yang dipadamkan sebagian, dengan lampu meja dipertahankan menyala, ikut menambah suasana makan malam yang romantis.

Sayangnya, kenyamanan sempat terganggu ketika waktu santap malam tiba. Tamu restoran harus antre untuk mengambil berbagai jenis menu masakan yang disajikan secara prasmanan. Sajian menu beragam, mulai dari hidangan Eropa, Asia, hingga masakan khas Thailand. Menu makanan pembuka, makanan utama, maupun penutup tersedia dalam berbagai jenis pilihan.


Kapal Chao Phraya Princess CruisePengelola kapal restoran, Tristar Floating Restaurant Co, Ltd, perusahaan bereputasi internasional dan pemimpin pasar dalam industri restoran terapung, sepertinya sengaja mengusung tema dengan fitur yang menonjol dalam setiap kapal dengan ukuran berbeda untuk menarik selera konsumen.

Salah satu tujuan utama pengelola restoran itu adalah memastikan tamu-tamu mereka merasa aman dan santai di kapal selama bersantap malam. Desain interior dan arsitektur pun disesuaikan dengan suasana jamuan makan malam yang nyaman.

Bahan-bahan bangunan kapal yang dipilih juga tahan lama. Bahkan, mereka sempat merenovasi dua kapal pesiar mereka selama satu dekade terakhir untuk menginspirasi perkembangan zaman dan desain dengan estetika mewah.

Tristar Floating Restaurant Co, Ltd didirikan pada 1990 oleh tiga pengusaha inovatif yang sebelumnya bekerja di agen perjalanan. Kemitraan mereka menimbulkan kreativitas untuk mengembangkan potensi wisata di Sungai Chao Phraya.

Restoran terapung yang dikembangkannya itu akhirnya mampu menarik ketertarikan wisatawan mancanegara. Selain itu, konsep yang diusung manajemen Tristar menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi wisata sungai dan budaya Thailand.

Untuk dapat menikmati santap malam di kapal restoran itu, tamu harus menyiapkan 1.300 bath Thailand atau sekitar Rp400 ribu per orang.

Selama santap malam, tamu restoran dapat menikmati keindahan bangunan warisan budaya Thailand di sisi kanan kiri sungai sepanjang 372 kilometer yang bermuara di Teluk Thailand itu.

Sejumlah bangunan yang akan dijumpai selama dua jam perjalanan santap malam itu di antaranya, situs sejarah terkenal dan biara-biara keagamaan seperti Royal Grand Palace Wat Pra Kaew, Wat Arun (The Temple of the Dawn), Bangkhunprom Istana, Kanlayanamitr Bait Suci, dan Rama 8 Bridge. Yang terakhir adalah salah satu jembatan paling terkenal di Bangkok.

Sambil menikmati makan malam dan pemandangan di tepi sungai, tamu restoran akan ditemani sajian live music dengan alunan lagu-lagu bernuansa lembut, pop jazz, disco, hingga bertema romantis.

Tamu restoran pun berkesempatan untuk berjoget bersama penyanyi. Mereka akan dihibur dengan lagu-lagu sesuai negara asal pengunjung restoran.

Begitu pula saat mengetahui ada tamu dari Indonesia, penyanyi dengan spontan membawakan lagu 'Goyang Inul' yang dipopulerkan pedangdut Inul Daratista. Sontak, pengunjung dari Indonesia pun berjoget mengikuti irama dangdut.

Sayangnya, lagu lembut dan romantis yang menjadi soundtrack film 'Titanic' berjudul My Heart Will Go On dan biasa dilantunkan penyanyi Celine Dion baru mengalun saat makan malam telah berakhir, dan kapal mulai merapat ke dermaga keberangkatan di River City Shopping Complex Building.

Kapal Chao Phraya Princess Cruise

Berikut tahapan-tahapan jika Anda ingin mengikuti dua jam tur santap malam di kapal Chao Phraya Princess:

- Setelah membeli tiket seharga 1.300 bath atau sekitar Rp400 ribu, tamu akan check-in di dermaga River City. Tamu akan menerima sambutan hangat dari resepsionis kapal restoran yang berbaju khas Thailand.

- Selanjutnya, pengunjung akan diberikan stiker nama kapal yang ditempelkan di bagian dada sebelah kiri. Untuk menambah kesan anggun dan elegan, satu bunga kecil pun akan disematkan di dada para tamu restoran. Pada tiket yang diberikan, sudah tertera nama kapal dan nomor meja.

- Setelah tamu restoran masuk kapal dan menempati tempat duduk sesuai nomor meja, mereka dipersilakan untuk memilih hidangan sesuai keinginan secara prasmanan. Saat itu, musisi pun mulai menyanyikan lagu-lagu untuk mengiringi sajian santap malam para tamu.

- Usai bersantap, pengunjung dipersilakan ikut bernyanyi dan menari dengan iringan lagu-lagu dari berbagai negara. Setelah mendekati waktu dua jam perjalanan menyusuri sungai Chao Phraya, kapal akan berputar dan kembali ke dermaga.

Yang juga harus Anda perhatikan adalah jadwal santap malam di kapal restoran itu. Sebab, jika terlambat, Anda dipastikan akan tertinggal untuk menikmati suasana santap malam nan mewah di kapal Chao Phraya itu.

Jadwal keberangkatan kapal itu adalah pukul 19.30 waktu setempat atau sama dengan waktu di Jakarta. Bagaimana, Anda tertarik mencobanya?

[vivanews.com]

Friday, March 4, 2011

Jembatan Palu 4, Jembatan Lengkung Ketiga di Dunia

Detail Berita

TELUK Palu merupakan objek wisata primadona di Kota Palu. Lokasinya berada di Palu Timur sekitar dua kilometer dari pusat Kota Palu. Untuk mencapai lokasi tersebut tidaklah terlalu sulit.

Awalnya keberadaan Teluk Palu tidak sepopuler saat ini. Semua berubah setelah pembangunan Jembatan Palu 4. Sebuah jembatan yang dibangun tepat di hadapan Teluk Palu pada Mei 2006 yang menghubungkan Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat, dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebuah kebanggaan warga Kota Palu mengingat jembatan itu merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia, dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Prancis.

Keberadaan Jembatan Palu 4 menambah indahnya pemandangan Teluk Palu pada malam hari. Apalagi kalau sedang berada di atas jembatan dan melihat ke langit ketika ada pesawat melintasi Teluk Palu, suasananya begitu menyenangkan.

Belum lagi dari atas jembatan terlihat jelas gambaran teluk yang ditandai dengan sinar-sinar lampu penerang. Lampu-lampu perahu nelayan bergerak-gerak di tengah teluk karena diempas gelombang terlihat begitu indah.

Seiring tetap tegaknya Jembatan Palu 4, pembangunan di kawasan sekitar teluk mulai meningkat. Hal itu ditandai dengan berdirinya hotel-hotel, tempat hiburan, dan restoran yang tiap malam tak henti-hentinya dipadati pengunjung.

Selain itu, keberadaan nelayan tradisional dan pedagang ikan turut meramaikan suasana malam, pagi, dan siang harinya. Ini pun kemudian menjadi salah satu pilihan objek wisata di kawasan Teluk Palu.

Pantai Talise
Selain bisa menikmati kehidupan nelayan, Anda bersama keluarga bisa berenang di Pantai Talise. Pantai itu berada di ujung Teluk Palu. Pantai itu membentang dari Kota Palu hingga Kabupaten Donggala.

Karena letaknya berada di kota, pantai ini ramai dikunjungi warga Palu, terutama pada malam hari. Pantai Talise menjadi tempat wisata malam. Warga dapat menikmati keindahan Teluk Palu yang berbatasan dengan Selat Makassar itu.

Kota Palu memang sangat indah. Tidak mengherankan bila kota ini dikenal dengan julukan Kota Tiga Dimensi karena ada Teluk Palu yang indah, dikelilingi pegunungan, dan dilengkapi sungai panjang yang membelah kota. Sungai ini adalah muara dari Danau Lindu di Taman Nasional Lore Lindu.

[okezone.com]

Indahnya Danau Zamrud di Siak

Detail Berita

Siak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau. Destinasi kali ini, memiliki danau unik dengan airnya yang berwarna hitam.

Terdapat dua danau berdampingan yang keduanya memiliki air berwarna hitam, yaitu Danau Pulau Besar dan Danau Bawah. Kedua danau ini terdapat di daerah yang bernama Zamrud, karenanya kedua danau tersebut lebih dikenal sebagai Danau Zamrud. Keindahan kawasan ini makin terlihat bila anda memantaunya dari udara. Pantulan air berwarna hitam di tengah hutan rawa hampir menyerupai permata zamrud, karena itu pulalah kawasan tesebut dinamakan Zamrud.

Di kawasan ini hidup satwa dan tumbuhan langka dan terkenal seperti ikan arwana emas (Schleropages formasus), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang merah (Helarctos malayanus) serta berbagai jenis ular. Bahkan di wilayah ini masih bisa anda jumpai burung serindit (Loriculus galgulus) yang merupakan bio–indikator lingkungan yang menunjukkan bahwa kawasan Zamrud masih alami dan lestari.

Terletak sekitar 180 kilometer dari Pekanbaru, Riau, ini bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang tiga jam perjalanan darat. Begitu memasuki kawasan penyangga sekitar 35 kilometer dari kawasan inti, anda diharuskan meminta izin Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin untuk masuk ke lokasi tersebut. BOB CPP Sumatera Basin merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu yang mengeksplorasi kandungan minyak di Zamrud.

Sejak 25 November 1980, kawasan Danau Pulau Besar dan Danau Bawah seluas 28.237,95 hektar ini ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa (KSM) yang tertutup untuk umum.

Memasuki kawasan ini anda akan merasakan suasana segar dan nyaman dengan pemandangan pohon–pohon khas hutan rawa di sepanjang jalan. Kawasan Zamrud merupakan kawasan hutan rawa primer di atas lahan gambut. Hutan rawa primer Zamrud ini berada di ketinggian 100–200 meter dari permukaan air laut. Secara geografis, lapisan tanah di tempat itu membentuk sebuah cekungan raksasa. Air yang berasal dari daerah di sekitarnya akan tertampung di danau.

Kawasan Zamrud sendiri terdiri dari dua danau dan hutan rawa primer. Di Danau Pulau Besar terdapat empat pulau, yakni Pulau Besar seluas 10 hektar, Pulau Tengah (1 hektar), Pulau Bungsu (1 hektar) dan Pulau Beruk (2 hektar). Demi melestarikan ekosistem danau, nelayan yang biasa mencari ikan dilarang menggunakan bahan peledak atau racun. Mereka hanya diperbolehkan mencari ikan di danau menggunakan jaring kecil dan pancing.

Meski ada rencana mengubah status KSM Danau Pulau Besar dan Danau Bawah menjadi taman nasional yang di tolak beberapa pihak, karena dianggap bakal merusak lingkungan bila kawasan tersebut dibuka untuk umum. Kerusakan alam ini juga terjadi di taman nasional lain di Riau. Tidak ada yang bisa menjamin perubahan status kawasan tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Tak perlu berkecil hati, karena keindahan Danau Zambrud tetap bisa anda nikmati. Apalagi menjelang petang, saat matahari mulai terbenam, sejumlah satwa penghuni kawasan tersebut mulai menampakkan diri. Seperti burung elang yang terlihat terbang rendah dari pohon ke pohon, sekawanan kera tampak bertengger di sebuah pohon sembari mengunyah makanan yang didapatkan dari hutan. Bahkan bila anda beruntung, bisa menjumpai harimau sumatera melintasi jalan di sekitar kawasan tesebut. Danau Zamrud menjemput malam bersama satwa penghuninya.

[okezone.com]

Kenali Minangkabau dari Songket nan Memukau

Detail Berita

SIAPA tak kenal dengan kain songket? Kain khas bumi Minangkabau ini mampu memukau setiap mata yang memandang. Selain warna benang yang indah, tenunannya pun sangat rumit. Sebaiknya, cari tahu cara pembuatannya, bukan sekadar dinikmati.

Diperlukan keahlian tinggi untuk membuat kain songket. Beruntunglah keahlian membuat kain songket ini tak hilang begitu saja, karena masih ada orang Minang yang mewariskannya. Jelas, keahlian ini perlu dilestarikan agar tak lenyap dimakan waktu.

Kini, kita dapat melihat proses pembuatan kain songket di tempat aslinya. Contohnya seperti terdapat di suatu kampung di daerah Padang Panjang. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian menenun songket. Kampung ini dikenal sebagai Pandai Sikek, Kabupaten Tana Datar, Kecamatan Sepuluh Koto, Desa Koto Baru. Lokasi kampung tak sulit ditemui.

Bila Anda datang dari Kota Padang, lokasinya tak jauh setelah melewati Lembah Anai sebelum masuk ke Kota Bukit Tinggi, sekira 15 menit dari Lembah Anai. Pandai Sikek ada di sebelah kiri jalan. Jangan sampai kebablasan, dan perhatikan tanda jalan, sebab kita harus masuk sekira satu kilometer ke dalam.

Setelah itu barulah kita mendapati sejumlah toko penjual kain songket. Adapula yang langsung menenun lengkap dengan alat tenunannya. Tak hanya songket, kerajinan lain khas Minang juga dibuat di kampung ini, seperti mematung, bordir, dan sulaman.

Kain songket terdiri dari tiga jenis, yaitu benang satu, dua, dan empat. Harganya pun jauh berbeda. Benang satu jauh lebih mahal dibanding benang dua dan empat, karena waktu yang diperlukan untuk menenunnya lebih lama. Tak hanya itu, membuat songket jenis benang satu ini diperlukan ketelitian yang tinggi karena dalam proses menenunnya, benang harus helai demi helai. Sedangkan untuk benang dua, kira-kira perlu tiga minggu proses penenunan dan benang empat cukup dua pekan.

Motif kain disebut juga cukie bagi penenun di Pandai Sikek. Artinya, sebuah pola yang mengisi bagian-bagian dari kain. Misalnya, cukie tertentu dipilih untuk badan kain, cukie lainnya untuk kepala kain dan beberapa motif yang lazim dipergunakan. Tapi untuk pola pinggir kain dan beberapa motif lainnya, lazim digunakan biteh yang membatasi antara beberapa motif.

Menurut catatan literatur, di sekitar daerah Padang Panjang dahulu para wanita menenun dan memakai pakaian adat yang ditenun serta dihiasi benang emas. Kain tenun tersebut memiliki motif halus dan punya nama yang spesifik, nama-nama motif itu memang dikenal sampai sekarang di Pandai Sikek meski sebagaian mengalami sedikit modifikasi atau penyederhanaan nama, misalnya Cukie barantai, Cukie bakaluak, Cukie Bungo Tanjung, Cukie kaluak paku, Cukie barayam pucuk rabung, Cukie barayam tali-tali burung, Cukie kaluak, Lintadu bapatah dan Cukie bugis barantai.

Jika diamati dari hasilnya, untuk songket benang satu memang lebih halus dan lentur sedangkan benang dua agak lumayan tetapi sudah hilang kelenturannya, lebih kaku, apalagi yang berbenang empat, terlihat kaku sekali dan tebal. Hal ini disebabkan makin banyak benang yang digunakan makin kaku songket yang dihasilkan. Songket dengan benang empat motif tenunannya jadi besar-besar karena sekali memasukkan benang tenun dirangkap empat helai benang.

Melihat keindahan kain ini sudah sepantasnya budaya menenun dilestarikan. Bukan apa-apa, saat ini muncul keluhan, anak-anak zaman sekarang jarang ada yang mau jadi penenun kain. Kalaupun ada, maunya yang mudah saja dan cepat selesai. Padahal, menenun kain songket harus sabar, teliti, dan tekun. Kalau tidak, maka benang akan putus yang akhirnya bisa menurunkan kualitas kain. Kesabaran inilah yang tidak dipunyai anak muda masa kini.

Tenun songket Pandai Sikek seluruhnya dikerjakan dengan tangan. Alat-alat yang digunakan masih tradisional yang umumnya terbuat dari bahan alam seperti kayu dan bambu. Nyaris tak digunakan bahan logam seperti besi.

Alat utama dinamakan panta. Alat ini adalah sebuah konstruksi kayu berukuran 2 meter x 1,5 meter tempat merentangkan benang yang akan ditenun. Benang dasar yang dinamakan lungsin atau lusi, juga disebut tagak kalau di Pandai Sikek ini adalah cadangan benang yang digulung pada gulungan dan terpasang pada arang babi di bagian yang jauh dari panta.

Wanita yang mengerjakan tenun ini duduk pada semacam bangku di bagian pangkal panta. Di depannya, ada dua buah tiang yang menyangga kayu paso tempat kain yang sudah ditenun akan digulung. Jadi lungsin terentang antara gulungan dengan paso dan di antaranya terdapat satu pasang karok dan satu buah suri tergantung pada tandayan. Di kiri dan kanan penenun digantungkan tempat penyimpan skoci benang pakan dan skoci benang mas. Skoci ini dinamakan turak dan terbuat dari bambu.

Untuk songket jenis benang satu, harganya Rp350 ribu untuk satu selendang belum ditambah kain bawahannya, total bisa satu juta rupiah (minimal). Sedangkan untuk benang dua dilepas dengan harga Rp250 ribu untuk satu helai selendang, untuk lengkapnya (dengan kain bawahan) bisa sampai Rp850 ribu. Lain halnya dengan benang empat, 175 per helai selendang, untuk lengkapnya bisa sampai Rp500 ribu. Benangnya menggunakan benang Makau, jenis benang asli dari India.

Tak hanya itu, hiasan dinding dari kain songket pun tersedia, dengan ukuran panjang 50 cm dan lebar 30 cm, dijual dengan harga Rp110 ribu. Tinggal dilengkapi dengan frame-nya, jadilah hiasan dinding yang cantik. Di sini juga tersedia yang sudah dimasukkan ke dalam frame-nya. Pilihan bisa jatuh kepada gantungan yang terbuat dari ukiran, tinggal tempel di dinding dan masukkan kain songket yang Anda suka.

[okezone.com]

Ini Dia Wisata Termahal di Dunia

Detail Berita

BAGI orang banyak wisata berbiaya murah tentu sering menjadi pilihan. Tapi bagi sebagian orang, wisata dengan biaya mahal asal mendapatkan ekslusivitas dan sensasi yang tak banyak dirasakan orang.

Karena itu, banyak pelancong berkantong tebal yang memburu wisata dengan biaya mahal di bawah ini. Berikut tiga tempat wisata yang paling mahal di dunia:

House of Bourbon, Paris
Menara Effel paling terkenal romantis, di kota ini Anda pun masih bisa mendapatkan pengalaman baru di The Royal House of Bourbon, Paris. Dengan mengeluarkan uang sebesar US$ 300 hingga US$ 1.800 mungkin lebih (Rp2,7 juta -Rp16,2 juta) per jam, Anda bisa bermalam dan menghabiskan waktu selama satu minggu di The Royal House of Bourbon. Harga paket itu sudah termasuk biaya inap, sstu setelan pakaian utama Rit. Anda tidak akan bosan karena akan diberikan fasilitas yang beragam.

Heli-skiing, Kanada
Di negara Kanada ,ada wisata yang memacu adrenalin anda.yaitu dimana anda akan dilepaskan dari helikopter dan lansung meluncur dengan sky di padang salju . bagi anda yang suka tantangan , wisata ini wajib dicoba. Dengan harga sekitar US$ 21 ribu atau sekitar Rp190 juta, Anda bisa bermain ski selama seminggu dan melakukan perjalanan tempat-tempat wisata di Kanada, seperti Monashee, Selkirk, dan Kootenay. Adapun pelayanan lainnya di hari ke empat berupa perawatan tubuh yang diberikan oleh Halcyon Hot Springs Village dan Spa.

Kebun Binatang Antartika
Berbeda dengan kebun binatang lainnya, Binatang – binatang di sini adalah binatang yang unik tentunya yang hidup di antartika. Tidak mudah untuk mendapatkan binatang ini ,kalau tidak di antartika. Pengunjung hanya berlangsung selama sepuluh hari dan Anda perlu membayar biaya sekitar US$ 30.000 atau Rp270 juta per orang. Ada atraksi yang akan ditampilkan di White Desert adalah menyaksikan perkumpulan penguin salju, bermain ice skating hingga pendakian gunung dan lain sebagainya.

[okezone.com]

Yok, Jelajah ke Tugu Kilometer Nol

Tugu Sabang-Merauke di Sabang, Aceh, mencatat posisi geografis. Gambar diambil Agustus 2009.


Kota Sabang yang terletak di Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam, memiliki banyak potensi wisata. Selain wisata laut, Sabang yang berada di ujung barat Indonesia itu memiliki obyek wisata andalan lain, yakni Tugu Kilometer Nol.


Tugu Kilometer Nol

Sebelum ke titik paling ujung barat Indonesia itu, kita dapat menjelajahi berbagai objek wisata lain di Kota Sabang. Untuk transportasi jangan khawatir. Angkutan umum maupun mini bus sewaan tersedia di Pelabuhan Balohan, Sabang. Tarif sewa mini bus sebesar Rp 350.000 per hari dan angkot Rp 50.000 per orang.


Apa saja objek wisata di Sabang? Kita bisa melihat deretan meriam serta benteng tua peninggalan Jepang yang dibangun di sekitar pantai. Seperti diketahui, Sabang dikenal sebagai kota seribu benteng. Menurut informasi dari warga, banyak terowongan menuju benteng-benteng itu. Namun, warga belum pernah menelusuri seluruh terowongan yang ada.


Selain benteng, kita juga bisa melihat bangunan-bangunan tua seperti RS AL Lilipory yang dahulu digunakan untuk merawat pengidap sakit jiwa, sekolah-sekolah tua. Ada pula Stadio Sabang Merauke, Sabang Plaza yang akan menjadi pusat perdagangan, dan objek lainnya.


Setelah mengitari Kota Sabang, kita bisa istirahat sejenak dan menyantap makanan khas Sabang, salah satunya pisang bakar, di pinggir pantai. Beberapa restoran serta cottage dibangun di pinggir pantai.


Setelah puas menikmati birunya laut, perjalanan dilanjutkan ke Tugu Kilometer Nol. Jika tanpa berkeliling Kota Sabang, perjalanan menuju tugu membutuhkan waktu sekitar 40 menit yang berjarak 32 kilometer dari pelabuhan.


Belasan kilometer sebelum tugu, kita harus melewati jalan berliku, tanjakan maupun turunan. Tak ada bangunan di kanan maupun kiri jalan. Kita hanya melihat deretan pohon. Kendaraan pun harus ekstra hati-hati lantaran lebar jalan hanya dapat menampung dua kendaraan.


Ketika tiba, kita langsung disambut kawanan kera liar. Hati-hati dengan barang bawaan Anda karena kera-kera itu dapat mengambilnya lalu membawa kabur. Pengelola pun menyarankan agar menutup kaca kendaraan agar kera tak dapat masuk.


Kawanan kera itu setia menunggu lemparan kacang maupun pisang dari pengunjung. Tak hanya kera, satu ekor babi hutan besar yang telah jinak ikut berebut kacang di sekitar tugu. Jadi, bawalah bekal kacang atau pisang.


Setelah kacang atau pisang habis, pengunjung dapat naik ke atas tugu yang diresmikan oleh Wakil Presiden, saat itu, Try Sutrisno, pada 9 September 1997. Dilantai dasar tugu, terdapat satu gundukan semen berdiameter 50 centimeter sebagai penanda titik nol. Dari atas tugu, pengunjung kembali dapat menikmati hamparan laut.


[kompas.com]