Monday, November 1, 2010

Jurusan Geologi Tak Dilirik, Padahal RI Rawan Bencana

JAKARTA - Saat ini, kurikulum pendidikan Geologi di Indonesia kebanyakan masih diarahkan pada konsentrasi perminyakan dan pertambangan.

Padahal, bidang Geologi lainnya seperti Mitigasi Bencana, Vulkanologi, dan Geologi Lingkungan pun perlu mendapat perhatian.

"Hal itu wajar, sebab bagaimana pun bidang perminyakan dan pertambangan lebih prospektif sebagai fokus profesi lulusan Teknik Geologi," ujar Ketua Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati ketika dihubungi okezone, Senin (1/11/2010).

Dwikorita menjelaskan, saat ini sekira 75 persen dari jumlah mahasiswa Geologi di UGM memilih konsentrasi Perminyakan dan Pertambangan sebagai kajian mereka. Dia menilai, seharusnya ada ruang bagi pengembangan geologi lingkungan dan mitigasi bencana.

UGM pun memiliki kiat tersendiri untuk menyeimbangkan kajian antara Perminyakan dan Pertambangan dengan bidang kajian Geologi lainnya. "Kami memulai kuliah khusus bertajuk Geologi Lingkungan, Mitigasi Bencana, dan Vulkanologi. Masing-masing dua satuan kredit semester (SKS) selama satu semester," imbuhnya.

Tidak hanya itu, ada juga terobosan berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bencana. Mahasiswa dibebankan 3 SKS untuk mata kuliah tersebut. Selama dua bulan, para mahasiswa peserta KKN Bencana hidup berdampingan di masyarakat dengan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu lainnya untuk menyosialisasikan pengetahuan dan penanganan bencana kepada masyarakat.

"Ada keluhan lulusan teknik kurang bisa berkomunikasi dengan baik, KKN inilah ajang para mahasiswa melatih kemampuan berkomunikasi yang sangat mereka butuhkan di dunia kerja nanti," ujar Dwikorita.

[sumber: http://kampus.okezone.com/read/2010/11/01/373/388615/jurusan-geologi-tak-dilirik-padahal-ri-rawan-bencana]

No comments:

Post a Comment