"Gunung Bromo kembali mengalami letusan kecil atau minor pada pukul 05.09 WIB tanpa disertai dentuman. Tapi abu yang dikeluarkan masih disertai keluarnya material vulkanik sehingga abu berwarna abu-abu kehitaman," kata Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi PVMBG, Gede Suantika kepadadetiksurabaya.com di Pos Pengamatan Gunung Bromo di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Sabtu (27/11/2010).
Kata Gede, dari data seismik mulai pukul 00.00-06.00 WIB terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 11 kali dan gempa vulkanik dalam 1 kali.
"Aktivitasnya masih mengalami peningkatan. Tapi tidak apa-apa ini bagus bagi perkembangan Bromo. Karena dia tidak menyimpan energi, namun kita tetap memantau terus perkembangannya," imbuhnya.
Selama 24 jam terakhir Bromo mengalami 96 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 17 mm. "Saat terjadi letusan pertama kali, Bromo saat itu sudah mengalami 60 kali gempa vulkanik dangkal," pungkasnya.
Dari pantauan detiksurabaya.com, Gunung Bromo hingga pukul 07.15 WIB secara visual masih terpantau terus mengeluarkan asap berwarna abu-abu kehitaman yang mengarah ke barat daya. Sedangkan cuaca di Bromo, mendung-berawan.
"Aktivitasnya masih mengalami peningkatan. Tapi tidak apa-apa ini bagus bagi perkembangan Bromo. Karena dia tidak menyimpan energi, namun kita tetap memantau terus perkembangannya," imbuhnya.
Selama 24 jam terakhir Bromo mengalami 96 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 17 mm. "Saat terjadi letusan pertama kali, Bromo saat itu sudah mengalami 60 kali gempa vulkanik dangkal," pungkasnya.
Dari pantauan detiksurabaya.com, Gunung Bromo hingga pukul 07.15 WIB secara visual masih terpantau terus mengeluarkan asap berwarna abu-abu kehitaman yang mengarah ke barat daya. Sedangkan cuaca di Bromo, mendung-berawan.

No comments:
Post a Comment