Monday, November 1, 2010

Ajaib, Wilayah Selo Tak Tersentuh Hujan Kerikil

BOYOLALI- Hujan kerikil, abu vulkanik, plus pasir, menerjang Desa Wonojoyo, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, yang letaknya sekira 5 kilometer dari Puncak Merapi, tadi pagi.

Anehnya wilayah Kecamatan Selo yang berlokasi lebih dekat dengan Puncak Gunung Merapi malah tak tersentuh awan panas, hujan abu, kerikil, maupun abu vulkanik. Abu vulkanik dan hujan kerikil seolah meloncati wilayah yang seharusnya pertama kali terkena dampak latusan Merapi di Boyolali.

Pantauan di lapangan, dari 10 desa di Kecamatan Selo yaitu Desa Jeruk, Jrakah, Klakah, Lencoh, Samiran, Selo, Senden, Suroteleng, Tarubatang, dan Tlogolele, sama sekali tak terkena dampak letusan Merapi pada pagi tadi, Senin (1/11/2010)

Padahal di Desa Wonojoyo yang berlokasi di bawah Kecamatan Selo diterjang hujan kerikil selama satu jam. Alhasil, warga Kecamatan Selo pun beraktivitas seperti biasa. Bahkan udara di Kecamatan Selo terasa dingin dan tak tampak genting-genting rumah penduduk berwarna putih.

Tanaman milik warga setempat juga tampak hijau, meski beberapa waktu lalu sempat memutih karena tertutup abu vulkanik saat Merapi meletus pertama kali. Namun abu-abu itu menghilang seiring hujan yang mengguyur.

Dari sela-sela perbukitan di Desa Selo, Kecamatan Selo, tampak puncak Merapi mengeluarkan asap hitam pekat ke udara. Kecamatan Selo merupakan salah satu lokasi pintu masuk menuju Puncak Merapi dan Gunung Merbabu. Dari tempat ini, puncak Merapi bisa ditempuh dalam waktu 3-4 jam menggunakan kendaraan bermotor. Sementara ke puncak Merbabu sekira 6 jam.

[sumber: http://news.okezone.com/read/2010/11/01/340/388608/ajaib-wilayah-selo-tak-tersentuh-hujan-kerikil]

No comments:

Post a Comment