Laksamana TNI Agus Suhartono berhasil mencuri simpati seluruh anggota fraksi di Komisi I DPR saat uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI pada Kamis 23 September 2010 lalu.Saat itu Agus membeberkan seluruh misi dan visinya, termasuk keinginannya menjadikan TNI sebagai tentara yang profesional.
Ia ingin Indonesia memiliki tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional dan internasional yang telah diratifikasi.
Tak hanya kepincut visi dan misi calon tunggal Panglima TNI ini saja, anggota dewan juga kesetrum sikap disiplin Agus yang tak pernah lalai melaporkan harta kekayaannya. KPK juga tidak pernah mendapat aduan soal harta Agus.
Keinginan Agus menjadikan TNI sebagai tentara profesional bakal terwujud. Tanpa kendala berarti, ia mendapat restu seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam sidang paripurna yang digelar Senin 27 September 2010, semua peserta sidang setuju Agus menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso.
Siapakah pria yang kini Kepala Staf Angkatan Laut ini? Bagaimana perjalanan karirnya?
Pria kelahiran Blitar, 25 Agustus 1955 ini adalah lulusan pendidikan militer tahun 1978 dan pendidikan AAL tahun 1979. Karir militernya juga ditopang dengan berbagai pendidikan tambahan, seperti Kursus Dasar Operasi Amphibi (1980), Kursus Prosedur Taktis (1982), Sekolah Lanjutan Perwira Artileri (1985), Kursus Commando Team Training (Belanda, 1986), Kursus Nuclear Biological Chemical Damage (Belanda, 1986), Kursus Harpoon (1987), Seskoal (1994/1995), Sesko TNI (1999/2000), Kursus Lemhannas (2003), serta Kursus Maritime Force Commander (Hawaii, 2006).
Selama dalam karir milternya, Agus adalah sosok yang sarat dengan pengalaman dan berbagai jabatan strategis. Berikut perjalanan karirnya:
Perwira Divisi Komunikasi KRI Yos Sudarso 353 (15 Juli 1979)
Perwira Komunikasi KRI Ratulangi (15 Juli 1981)
Perwira Divisi Senjata Bawah Air pada KRI Slamet Riyadi (1 September 1986)
Komandan KRI Kakap (15 Agustus 1991)
Komandan KRI Sultan Thaha Syaifussin (1 Mei 1995)
Komandan KRI Hasan Basri (15 Oktober 1995)
Komandan KRI Samadikun (1 September 1996)
Komandan KRI Ki Hajar Dewantara (1 April 1998)
Perwira Pembantu V / Strategi Operasi-Staf Operasi Mabesal (1 Agustus 1999)
Komandan Komando Latihan Armada Timur (15 Juli 2002)
Asisten Operasi Panglima Armada Timur (1 Desember 2002)
Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur (24 Oktober 2003)
Komandan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Korvet Sigma Class (Belanda, 2004)
Wakil Asisten Perencanaan KSAL (05 Januari 2006)
Komandan Seskoal (5 Mei 2006)
Panglima Armada Barat (10 April 2007)
Asisten Operasi KSAL (30 Juni 2008)
Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAL (26 September 2008)
Inspektur Jenderal Dephan (17 September 2009)
dan terakhir menjabat sebagai KSAL sejak 9 November 2009.
Suami dari Tetty Sugiati ini juga mempunyai riwayat penugasan yang sangat beragam dan kaya dengan pengalaman. Berbagai penugasan penting yang pernah diembankan kepadanya, diantaranya Operasi Duta Samudera II dalam rangka Muhibahn ke Australia, New Zealand, Fiji, dan Papua New Guinea (1978-1979), Operasi Halilintar dalam rangka Penanggulangan Pengungsi Vietnam di Perairan Natuna (1980), Operasi Penyeberangan KRI Slamet Riyadi dari Belanda ke Indonesia (1986), Operasi Aru Jaya dalam rangka Penegakan Hukum di Laut Arafura (1991).
Agus juga ikut Operasi “Bedes” dalam rangka Mencegah Kapal Lusitania Express memasuki Timor Timur (1991), Operasi Penyeberangan KRI Hasan Basri dari Jerman ke Indonesia (1995), Latihan Armada Jaya (1998 dan 2002), Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya (1998), Western Pacific Naval Symposium di Jepang (1999) dan Papua New Guinea (2001), Operasi Muhibah ke Perth, Australia (2003), Komandan Satgas Pembangunan Kapal Korvet Sigma Class di Belanda 2005, Kepala Staf Komando Tugas Gabungan dalam Latihan Operasi Gabungan TNI (2007).
Bapak dari Ramadhani Adhitama (25 tahun) dan Bayu Aditya Nugraha (20 tahun) ini telah dianugerahi berbagai tanda kehormatan, di antaranya, Bintang Jalasena Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Nararya, Tong Il Merit AL Korea, Satyalencana GOM VII, Satyalencana Dharma Nusa, Satyalencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV, Satyalencana Dwidya Sista.
[sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/179819-panglima-terpilih-yang-rajin-lapor-harta]

No comments:
Post a Comment