Thursday, January 6, 2011

Presiden RI-Korsel Ketua Bersama BALI DEMOCRACY FORUM

Sudah 36 negara dan 28 peninjau yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya.

Walaupun negaranya sedang di ambang perang, hal itu tidak menghalangi Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Myung-bak turut mengetuai Bali Democracy Forum III (BDF) bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Kusuma Habir, Jumat 3 Desember 2010. Dia mengatakan bahwa kedua kepala negara bersama-sama akan mengetuai forum yang pada tahun ini bertemakan "Demokrasi dan Pemajuan Perdamaian Serta Stabilitas". Forum ini akan digelar pada 9-10 Desember 2010.

"Sejauh ini, sudah 36 negara dan 28 peninjau yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya. Mereka berasal dari daerah Asia Pasifik, Amerika, Eropa Utara, Selatan, dan Tengah," ujar Habir.

Dia mengatakan bahwa forum kali ini terdiri atas dua sesi yaitu sesi pleno dan interaktif. Sesi pleno diisi oleh pidato dari presiden-presiden yang hadir dan debat umum dari para peserta.

Habir menyebutkan bahwa forum ini akan kedatangan tiga kepala negara, yaitu Korsel, Brunei Darussalam, dan Timor Timur.

Sedangkan pada sesi interaktif, para peserta akan bertukar pandangan dan berbagi pengalaman mengenai perkembangan demokrasi di negaranya masing-masing.

"Pada sesi interaktif, para wakil negara peserta BDF akan membahas bagaimana demokrasi membantu mencegah meluasnya konflik kekerasan dan bagaimana demokrasi dan pembangunan ekonomi menjadi hal penting dalam mewujudkan perdamaian," ujar Habir.

BDF III, Habir melanjutkan, akan menghasilkan Chairman Statement yang merefleksikan diskusi para pemimpin dan wakil negara peserta, perdebatan umum, dan sesi interaktif.Chairman Statement itu kemudian akan dijadikan pedoman untuk program kegiatan selama 2011 yang akan dilaksanakan oleh Institute for Peace and Democracy (IPD).

"Pada 2010, IPD telah melakukan serangkaian kegiatan antara lain beberapa lokakarya internasional tentang perkembangan demokrasi di kawasan, kuliah umum mengenai demokrasi, dan election visit program," jelas Habir.

[sumber: vivanews.com]

No comments:

Post a Comment