Monday, October 18, 2010
Usia 100 Tahun, Kakek ini Kembali ke Sekolah
"Saya harus mendapat gelar PhD untuk memenuhi rasa lapar untuk belajar," kata Bholaram DasSeorang kakek di India membuktikan bahwa belajar tidak mengenal usia. Saat merayakan ulang tahun ke-100, Sabtu 16 Oktober 2010, kakek bernama Bholaram Das itu mengumumkan bahwa dia kembali masuk sekolah.
Menurut kantor berita Associated Press, Bholaram kini terdaftar sebagai mahasiswa program doktoral (S3/PhD) di Universitas Gauhati, negara bagian Assam. Maka, Bholaram tercatat sebagai mahasiswa tertua di India, negara berpenduduk satu miliar jiwa.
"Di usia seratus tahun, saya sudah berbuat banyak hal di bidang kemasyarakatan, politik, pemerintahan dan agama," kata Bholaram, yang dikenal sebagai seorang pejuang kemanusiaan. "Maka, kini saya harus mendapat gelar PhD untuk memenuhi rasa lapar untuk belajar," kata Bholaram, yang masih sangat sehat dan bugar untuk orang yang sudah seusia seabad.
Bholaram bertutur bahwa dia sudah berusia 19 tahun ketika turut dipenjara karena ikut dalam aksi protes menentang penjajahan Inggris di negaranya pada 1930. Selama dua bulan Bholaram harus ikut kerja paksa, namun setelah itu dia sibuk di bangku kuliah mendalami ilmu niaga dan hukum.
Pada 1945, Bholaram bergabung dengan Partai Kongres untuk memperjuangkan kemerdekaan India, yang akhirnya diraih dari Inggris pada 1947. Sejak saat itu, Bholaram berpindah-pindah profesi, mulai dari guru, pengacara, hingga menjadi hakim distrik sebelum pensiun pada 1971.
Bersama dengan istrinya yang telah wafat pada 1988, Mandakini, Bholaram dikaruniai lima putra dan seorang putri. Dia pun memiliki sepuluh cucu dan satu cicit.
Dalam menempuh studi doktoral, Bholaram berambisi mempelajari bidang yang sangat dekat dengan jati dirinya. Dia ingin meneliti bagaimana penduduk desa Bohori - yang merupakan kampung halamannya - berperan menyebarkan neo-Vaishnavisme, yaitu aliran liberal dan monoteistik yang bersumber dari ajaran Hindu yang berperan mengatasi perbedaan kelas-kelas sosial di negara bagian Assam.
Bagi Bholaram, meneliti filosofi Hindu mengenai paham akan satu Tuhan dan humanisme merupakan kegiatan yang dia idam-idamkan.
"Jarang-jarang ada mahasiswa yang sudah berusia seratus tahun," kata wakil rektor Universitas Gauhati, O.K. Medhi. "Kami terpukau karena Pak Bholaram bisa menjadi insiprasi bagi kaum muda dengan semangatnya yang luar biasa dan dedikasinya bagi pelayanan masyarakat," lanjut Medhi.
Selama berkuliah, Bholaram dibimbing oleh seorang profesor yang kebetulan adalah salah satu cucunya. "Sangat luar biasa bagi saya melihat kakek, setelah 40 tahun pensiun, ternyata masih bermental baja dan ingin belajar sesuatu yang baru," kata salah satu cucu Bholaram yang menjadi seorang teknisi, Abhinab Das. "Ini benar-benar memberi inspirasi bagi kami sekeluarga," lanjut Abhinab.
[sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/183660-usia-100-tahun--kakek-ini-kembali-ke-sekolah]
Diusut, Justin Bieber Hajar Bocah 12 Tahun
Si bocah terus mengganggu, mengejek dan membidik Bieber dengan alat penembak laser.Justin Bieber dituduh melakukan pemukulan terhadap anak berusia 12 tahun. Akibatnya, Bieber harus berurusan dengan hukum. Ia menjalani pemeriksaan karena kasus tersebut.
Setelah bocah itu mengadu, Bieber dijemput polisi dan dipaksa keluar dari pusat permainan laser di Richmond, British Columbia, Kanada. Kabarnya, penyanyi berusia 16 tahun ini dibawa ke kantor polisi dan diperiksa di sana.
Meskipun Bieber dan perwakilannya belum merilis pernyataan apapun soal itu, Royal Canadian Mounted Police mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menginvestigasi tuduhan penyerangan itu. Polisi menegaskan akan terus menyelidikinya.
"Dalam pemeriksaan ini, kami akan meminta keterangan dari siapa saja yang mungkin memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan polisi," kata Annie Linteau dari Royal Canadian Mounted Police seperti dikutip Aceshowbiz, Selasa, 19 Oktober 2010.
Sayang, polisian tak mau merinci siapa-siapa saja yang terlibat dan apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini.
Kasus ini berawal ketika Bieber yang datang ke pusat permainan laser itu bersama dengan teman-temannya. Tak lama, menurut kesaksian karyawan di situ, bintang tenar tersebut terus diikuti seorang bocah selama permainan berlangsung.
Si bocah terus mengganggu, mengejek dan membidik Bieber dengan alat penembak laser. Merasa terganggu, Bieber cs menghajar bocah tersebut. Penyanyi kondang itu dituding merupakan salah satu yang ikut memukul korban.
[sumber: http://showbiz.vivanews.com/news/read/183647-polisi-selidiki-kasus-pemukulan-justin-bieber]
Pramono: Hormati Presiden Pilihan Rakyat
Sementara Priyo Budi Santoso tegaskan, Golkar di sebelah Presiden SBY.Petisi 28 menyambangi ruang kerja Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Rombongan dipimpin Haris Rusly itu menyampaikan 28 poin kegagalan pemerintahan SBY-Boedono. Petisi 28 mendesak presiden mengundurkan diri.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan tidak sepakat dengan usul tersebut. Sebab, bertentangan dengan demokrasi.
"Saya pribadi termasuk yang berpandangan Presiden dipilih rakyat dan tatanan lima tahunan harus dihormati," ujarnya usai menerima rombongan Petisi 28, Rabu 13 Oktober 2010.
Bagi Pram, menurunkan pemerintahan di tengah jalan dengan cara seperti itu bertentangan dengan demokrasi. "Harusnya kita menjaga demokrasi yang kita bangun," ujarnya.
Menurut dia, hanya rakyat yang berhak menentukan sikap, itu pun melalui pemilihan umum. Jika dinilai gagal, maka rakyat akan memberikan hukuman dalam Pemilu mendatang.
Senada, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santosa mengatakan tidak bisa menurunkan presiden di tengah jalan dengan cara di luar konstitusi. "Bila itu terjadi, Golkar akan bersama mendampingi, membela SBY," katanya.
Priyo menilai, kritikan sejumlah kalangan yang menyatakan pemerintahan gagal masih wajar dalam konteks demokrasi. Menurutnya, hal itu bukan ancaman. Sebab, gerakan tidak masif dan tidak didukung kekuatan yang memadai.
"Kan tidak masif dan tidak memiliki kekuatan militer untuk mengepung istana, misalnya," katanya.
[sumber: http://politik.vivanews.com/news/read/182670-pramono--hormati-presiden-pilihan-rakyat]
Subscribe to:
Posts (Atom)






