Thursday, September 16, 2010

RESMI: Syamsir Alam & Reffa Money Gabung Peñarol

Syamsir Alam dan Reffa Money akan tampil berseragam Peñarol mulai 2011.

Tak sia-sia jerih payah SAD Indonesia berlatih selama dua tahun di Uruguay. Seperti dilansir laman resminya, Club Atletico Peñarol merekrut dua pemain Garuda Muda, Syamsir Alam dan Reffa Money.

Kesepakatan perekrutan ditandatangani kedua pemain dengan wakil presiden Edward Welker dan direktur olahraga Osvaldo Gimenez, Selasa (14/9) kemarin di markas klub. Tidak disebutkan nilai maupun durasi kontrak yang diterima Alam dan Reffa, namun Peñarol memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di Cuarta Division Uruguay mulai tahun 2011.

"Perjanjian ini merupakan kesempatan bagi Peñarol dan Indonesia untuk berbagi bakat sekaligus memperkaya kerja sama budaya dan olahraga," bunyi pernyataan resminya.

"Langkah pertama dari perjanjian tersebut adalah mendatangkan Syamsir Alam dan Reffa Money mulai Januari 2011 sebagai materi tim yang berlaga di Cuarta Division."

Belum ada konfirmasi resmi dari manajer tim SAD Demis Djamoeddin terkait kesepakatan ini, begitu juga dengan Alam. Sementara itu, Reffa sudah mencantumkan foto dirinya bersama Alam berseragam Peñarol di blog pribadinya.

Peñarol adalah salah satu klub terbaik Uruguay. Klub berjuluk Aurinegros itu pernah lima kali menjuarai Copa Libertadores dan tiga kali juara Piala Interkontinental. Menurut federasi sejarah dan statistik sepakbola (IFFHS), Peñarol dinobatkan sebagai klub terbaik Amerika Selatan abad ke-20.

Cuarta Division adalah kompetisi liga remaja yang rutin digelar sebagai tingkatan pembinaan sepakbola Uruguay. Kompetisi yang sama juga diikuti SAD Indonesia sepanjang masa latihan mereka untuk tahun kedua 2010 ini. Jenjang ini mempertandingkan para pemain di bawah 20 tahun.
[sumber: goal.com/id-ID]

THE INSANITY II RELEASED ON GAMESHED!

Be the first to play it here



Tuesday, September 14, 2010

Makna "HALAL BI HALAL"

Oleh: Prof. Dr. Quraish Shihab

Halal bihalal, dua kata berangkai yang sering diucapkan dalam suasana Idul Fitri, adalah satu dari istilah-istilah “keagamaan” yang hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia. Istilah tersebut seringkali menimbulkan tanda tanya tentang maknanya, bahkan kebenaranya dalam segi bahasa, walaupun semua pihak menyadari tujuannya adalah menciptakan keharmonisan antara sesama.

Hemat saya paling tidak ada dua makna yang dapat dikemukakan menyangkut pengertian istilah tersebut, yang ditinjau dari dua pandangan. Yaitu pertama, bertitik tolak dari pandangan hukum Islam dan kedua berpijak pada arti kebahasaan.

Menurut pandangan pertama – dari segi hukum – kata halal biasanya dihadapkan dengan kata haram. Haram adalah sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa dan mengundang siksa, demikian kata para pakar hukum. Sementara halal adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa. Jika demikian halal bihalal adalah menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf.

Pengertian seperti yang dikemukakan di atas pada hakikatnya belum menunjang tujuan keharmonisan hubungan, karena dalam bagian halal terdapat sesuatu yang makruh atau yang tidak disenangi dan sebaiknya tidak dikerjakan. Pemutusan hubungan (suami-istri, misalnya) merupakan sesuatu yang halal tapi paling dibenci Tuhan. Atas dasar itu, ada baiknya makna halal bihalal tidak dikaitkan dengan pengertian hukum.

Menurut pandangan kedua – dari segi bahasa – akar kata halal yang kemudian membentuk berbagai bentukan kata, mempunyai arti yang beraneka ragam, sesuai dengan bentuk dan rangkaian kata berikutnya. Makna-makna yang diciptakan oleh bentukan-bentukan tersebut, antara lain, berarti “menyelesaikan problem”, “meluruskan benang kusut”, “melepaskan ikatan”, dan “mencairkan yang beku”.

Jika demikian, ber-halal bihalal merupakan suatu bentuk aktifitas yang mengantarkan para pelakunya untuk meluruskan benang kusut, menghangatkan hubungan yang tadinya membeku sehingga cair kembali, melepaskan ikata yang membelenggi, serta menyelesaikan kesulitan dan problem yang menghalang terjalinnya keharmonisan hubungan. Boleh jadi hubungan yang dingin, keruh, dan kusut tidak ditimbulkan oleh sifat yang haram. Ia menjadi begitu karena Anda lama tidak berkunjung kepada seseorang, atau ada sikap adil yang Anda ambil namun menyakitkan orang lain, atau timbul keretakan hubungandari kesalahpahaman akibat ucapan dan lirikan mata yang tidak disengaja. Kesemuanya ini, tidak haram menurut pandangan hukum, namun perlu diselesaikan secara baik; yang berku dihangantkan, yang kusut diluruskan, dan yang mengikat dilepaskan.

Itulah makna serta substansi halal bihalal, atau jika istilah tersebut enggan Anda gunakan, katakanlah bahwa itu merupakan hakikat Idul Fitri, sehungga semakin banyak dan seringnya Anda mengulurkan tangan dan melapangkan dada, dan semakin parah luka hati yang Anda obati dengan memaafkan, maka semakin dalam pula penghayatan dan pengamalan Anda terhadap hakikat halal bihalal. Bentuknya memang khas Indonesia, namun hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam.
[dikutip dari: ariefhikmah.com]

Wednesday, September 8, 2010

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H

"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H"

AMRUSITE mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fithri 1431 H, Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin....

Monday, September 6, 2010

PRELOADING MADE EASY IN CS5?

New pc yeehaw!.

PRELOADERS
---------------

It's pretty much known around the Flash stratosphere that preloaders are -always- a pain in the ass to get working. The first INSANITY game was a complete nightmare to set up, I had to painstakingly go through every movie clip, untick the Export in first frame box and drag each one into an asset holding movieclip on the 2nd frame of the main timeline. THEN for each and every sound I had to build a layer and drag the sfx onto their own individual layer. And even so everything was set up properly I still had some weird issues like sounds playing randomly on the title screen and such. To this day I still wake up Ripley style after a disturbing dream related to preloader setting up.
So there I was coding the 2nd INSANITY game thinking - "Oh man sooner or later I'm going to have to go through all that bs again" when I thought of something that might work.
I set up my timeline for the preloader as usual:
  • 1st FRAME - Preloader code&graphics
  • 2nd FRAME - Empty skippable Frame *used for the assets*
  • 3rd FRAME - Title screen
  • 4th FRAME - The entire game
I started dragging things into the second frame for a bit then I thought I'd try something. I went into Publish Settings/AS3/ and in the Export To Frame box I changed the 1 to 2. So Assets are all loaded on the second frame. Then I just compiled the game as normal and to my surprise and delight the preloader worked perfectly! Without the hassle of dragging all that crap into an asset holder.

Well slap my ass and call me Sally but I had no idea you could do this that easily. Do take note.

OTHER NEWS
---------------

Hmmm, well as far as I know 'INSANITY II' is pretty much sold. I'm onto my new *unnamed* project, a Golden Axe clone. Currently struggling with pixel art and such, though I believe I'm onto a good technique. Actual fighting engine code is coming out smoothly as essentially all I'm doing is exporting my AS2 Streets of Rage demo engine to AS3. This time I'm all about keeping the game simple, done&dusted in under 3 months. No complicated ideas that will lump on production time. A few bits here and there to up the replay value by including many random factors.
Example- any 'stage' can contain a number of random enemies but their properties will be controlled by the difficulty level of that stage. Also there will be a chance some randomly selected enemies will be 'LORDS' ie a little bit higher than their actual level, like the Black Phantom characters in the PS3 game Demons Soul. You can win the game as quickly as in 5 lucky hint-giving stages, or just go through the game stage by stage and try to complete all 99 (for a special medal of course).
Damn coding a fighting game is fun. And it's playable almost as soon as you get your main sprite launching combos with a keypress. Why didn't I do this earlier?

INSANITY II ETA

Deals have been done- Looks like 'THE INSANITY II' is about to go public veeery soon, watch this space for an announcement.

Saturday, September 4, 2010

Membuat Read More Diikuti Judul Artikel

Mungkin kita telah terbiasa dengan kata-kata atau istilah "read more/baca selengkapnya", dan kebanyakan sahabat blogger juga menggunakan fasilitas tersebut untuk lebih mempersingkat tampilan pada blognya masing-masing.

Biasanya kita hanya menampilkan sebagian isi postingan agar para pembaca dapat mengetahui sebagian artikel yang ada pada blog, dan jika ingin membaca lanjutannya maka klik "read more" di bawah ini, heheh

Tapi kali ini saya ingin berbagi tips untuk menampilkan judul artikel di belakang kata read more atau baca selengkapnya, baca lanjut atau kata-kata yang lainnya. (lihat gambar)

Langsung saja, untuk membuat read more yang diikuti judul artikel kita hanya perlu menambahkan beberapa kode lagi, dan pastikan bahwa di di blog sahabat sudah terdapat fasilitas read more. Kode tersebut kurang lebih seperti ini:

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<style>.fullpost{display:inline;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<b:else/>
<style>.fullpost{display:none;}</style>
<p><data:post.body/>
<a expr:href='data:post.url'><strong>Read more...</strong></a></p>
</b:if>

Maka kita perlu mengubahnya menjadi seperti di bawah ini:

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<style>.fullpost{display:inline;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<b:else/>
<style>.fullpost{display:none;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<strong><a expr:href='data:post.url'>Lanjut baca tentang: &#8220;<data:post.title/>&#8221; &#160;&#187;&#187; </a></strong>
</b:if>

Klik Pratinjau untuk melihat priviewnya, jika sudah Simpan Template.
Selamat mencoba & semoga bermanfaat...