Showing posts with label Ponsel. Show all posts
Showing posts with label Ponsel. Show all posts

Saturday, March 26, 2011

Ini Dia Bocoran iPhone 5



Setelah eranya iPhone 4, handset inovatif Apple kembali dikejar-kejar khalayak. iPhone 5 -- demikian sebutan untuk iPhone generasi terbaru tersebut -- dikabarkan tengah masuk dalam tahap uji produksi.

Dikutip detikINET dari Cellular News, Kamis (24/3/2011), iPhone 5 diprediksi akan melenggang ke permukaan pada kuartal ketiga tahun 2011.

Bocoran lain yang sebelumnya juga telah menghangat adalah terkait besar layar iPhone 5 yang konon akan tampil lebih lebar dari versi iPhone 4. Yakni menjadi 4 inch dari sebelumnya cuma 3,5 inch.

The China Times menambahkan, perubahan akan sedikit terjadi pada sisi antena, dimana antena yang dibenamkan akan didesain melengkung, berbeda dari versi originalnya.

Kemudian dari sisi dapur pacu, iPhone 5 juga diisukan bakal mengusung chip NFC dan bodinya akan diselubungi dengan chasis metal.

[fdetik.com]

Thursday, March 17, 2011

Kenapa BlackBerry Bisa Bikin Wanita Resah?



Teknologi memang bisa mempermudah Anda menyelesaikan pekerjaan. Tetapi, dampak negatifnya adalah makin mengaburkan batas antara waktu untuk keluarga dan bekerja. Terkait hal ini, jika dibandingkan pria, wanita lebih merasa bersalah ketika kehidupan keluarganya terganggu.

Studi baru menunjukan bahwa wanita merasa 40 persen lebih tertekan daripada pria ketika kehidupan keluarganya terganggu oleh perangkat komunikasi elektronik atau kontak lain, meski di bawah jumlah tekanan kerja yang sama.

Faktanya, ketika seorang wanita dikontak rekan kerja atau atasannya saat berada di rumah, wanita akan dua kali lebih merasa bersalah pada keluarganya dibandingkan pria. Meskipun kontak tersebut sebenarnya tidak mengganggu kehidupan keluarga.

Studi ini dilakukan pada lebih dari 1.000 pekerja asal Amerika Serikat dan dipublikasi dalam Journal of Health and Social Behavior. Kepala peneliti, Paul Glavin, kandidat doktor sosiologi di University of Toronto, Kanada, merasa terkejut dengan perbedaan antara respon emosi wanita dan pria bahkan ketika mereka sama-sama mahir dalam mengelola rumah tangga dan bekerja.

Perasaan bersalah bisa menjelaskan mengapa wanita mengalami tekanan lebih besar dibandingkan pria ketika dihubungi di rumah. "Kami meneliti sejauh mana pekerjaan jadi sangat menjengkelkan dan hasil dari fokus kami pada pengendalian untuk semua faktor," kata Glavin seperti dikutip dari Health.com.

Glavin juga mengatakan, ketika peran wanita dalam hal pekerjaan telah berubah secara dramatis, masih banyak yang terus secara tidak sadar berpandangan bahwa prioritas wanita adalah berada di rumah dengan anak-anak mereka.

"Masih ada hal yang harus dipertimbangkan sebelum kita melihat kesetaraan dalam pekerjaan dan keluarga," kata Glavin.

[vivanews.com]