Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, March 14, 2011

ITB Batal Jajaki Kerjasama Nuklir dengan Jepang


Bandung - Gempa dan tsunami yang melanda Jepang Jumat lalu (11/3/2011), membuat rencana penjajakan kerjasama ITB dengan badan nuklir Jepang batal. Seharusnya Kamis pekan ini (17/3/2011), Rektor ITB Akhmaloka bertolak ke Jepang.

Menurut Akhmaloka, kedatangannya ke Jepang untuk menghadiri seminar dan penjajakan kerjasama soal nuklir. "Ya kita batalkan saja, meskipun katanya mrk siap," ujar Akhmaloka di sela-sela penandanganan kerjasama dengan PT KA di Gedung Rapim A Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Senin (14/3/2011).

Akhmaloka mengatakan penjajakan kerjasama dengan badan nuklir Jepang diperlukan, mengingat Indoensia akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Ketika disinggung apakah ITB diminta pemerintah untuk pengembangan PLTN ini, Akhmaloka menyatakan belum ada tawaran.

"Belum dapat tawaran itu, tapi untuk membangun memang masih memungkinkan, karena ada beberapa tempat yang memungkinbkan dibangun PLTN, seperti Kaltim yang sudah mengajukan," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan saat terjadi gempa di Jepang, di ITB tengah dibahas mengenai gempa bumi oleh para ahlinya. "Eh malah terjadi gempa di Jepang, besar lagi," kata dia.

Dia mengungkapkan 11 mahasiswa ITB dari Fakultas Farmasi dan FMIPA di Hokaido diketahui aman. "Belum perlu dipulangkan, kondisi di sana aman," katanya.

[detik.com]

Monday, March 7, 2011

Peneliti UI Ciptakan Charger Ponsel Nirkabel


Anehnya, alat transfer listrik ini bisa menembus air akuarium, tanpa melukai ikan.

Peneliti dari Universitas Indonesia belum lama ini berhasil menemukan cara baru dalam melakukan transfer energi listrik melalui media nirkabel (tanpa kabel).

Salah satu aplikasi dari teknologi transfer energi listrik nirkabel ini nantinya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel melalui udara alias tanpa melalui kabel.

"Penelitian ini telah kami laksanakan sejak tahun 2009 hingga sekarang," ujar Dr Ing Eko Adhi Setiawan, dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia melalui surat elektronik, kepada VIVAnews.com, akhir pekan lalu.

Selama ini, vendor ponsel asal Amerika Serikat Palm telah mengaplikasikan prinsip serupa pada produk ponsel pintar mereka, Palm Pre.

Baterai ponsel pintar ini bisa diisi dengan hanya menaruh ponsel ini dengan sebuah dok pengecas tanpa kabel bernama TouchStone.

Namun, penelitian Eko dan timnya telah berhasil mengaplikasikan pengisian baterai ponsel melalui berbagai media tanpa kabel, seperti melalui udara, air, bahkan dinding beton hingga jarak 60 cm.

Sebelumnya, untuk pembuktian konsep ini, Eko sempat membuat alat transfer listrik yang bisa menembus air dan beton.

Alat ini sendiri secara garis besar terdiri dari empat komponen, yakni rangkaian pemancar listrik, antena pemancar (transmitter), antena penerima (receiver), dan rangkaian penerima, yang dipasangi dengan lampu pijar.

Anehnya, alat transfer listrik ini bisa menembus air akuarium, tanpa melukai ikan. Padahal, seperti diketahui, air adalah salah satu konduktor. Dan secara teoritis, arus yang mengalir pada antena pemancar itu sudah cukup untuk menyetrum ikan-ikan di akuarium hingga mati. Namun, hal ini tidak terjadi.

Metode transfer listrik ini sendiri menggunakan prinsip resonansi frekuensi elektromagnetik. Eko menganalogikan sebuah garpu tala yang bila dibunyikan bakal membuat garpu tala lain dalam jarak tertentu turut berbunyi.


Fenomena resonansi frekuensi serupa ini, kata Eko, juga terjadi saat sebuah antena pemancar (transmitter) dialiri arus listrik. Antena itu akan menghasilkan medan magnet pada frekuensi tertentu dan membuat antena penerima mengalami medan magnet yang sama, sehingga bisa menghasilkan arus listrik di sisi penerima.

Prinsip ini, kata Eko, tak hanya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel secara nirkabel, melainkan juga bisa diaplikasikan untuk transfer listrik untuk semua peralatan elektronik berdaya kecil, meliputi radio, televisi, lampu, laptop, pemutar musik, dan gadget-gadget lain.

Tim peneliti UI pembuat alat pengecas baterai ponsel nirkabel

Oleh karenanya, ke depan, Eko menjelaskan, ia tengah mengembangkan alat ini untuk bisa diaplikasikan pada ponsel atau laptop, sehingga pengguna ponsel dan laptop itu bisa mengisi baterai gadgetnya di hotspot-hotspot tertentu yang ditenagai oleh sel surya, yang berfungsi menyuplai listrik secara nirkabel hingga radius 2 meter.

Maka, di sekitar hotspot ini, orang-orang bisa mengisi baterai ponsel sambil menelepon, atau mengerjakan tugas di laptopnya berjam-jam tanpa perlu takut tak kebagian colokan listrik. "Dengan alat ini, keberadaan kabel tidak lagi dibutuhkan," kata Eko.

Hingga kini, Eko dan timnya melakukan penelitian ini secara mandiri, tanpa bantuan dari lembaga manapun. Namun Eko yakin, teknologi ini sangat potensial memberi manfaat yang sangat besar, karena aman, praktis dan bisa diterapkan di hampir seluruh peralatan elektronik.

[vivanews.com]

Tuesday, February 1, 2011

Ini Surat Imbauan Persatuan Pelajar RI di Mesir


Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengeluarkan surat pernyataan sikap terkait kerusuhan yang terjadi di Mesir yang ditujukan bagi WNI yang berstatus pelajar dan mahasiswa di negeri Piramid tersebut.

Surat edaran tersebut dikeluarkan menyusul gentingnya situasi keamanan yang terjadi di Mesir. Satu di antara isinya adalah imbauan untuk tak mengunjungi wilayah rawan kerusuhan. Berikut isi pernyataan sikap dari PPMI.

Pernyataan Sikap Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir Tentang Aksi Demonstrasi di Mesir

Sehubungan dengan terjadinya aksi demonstrasi di beberapa kota di Republik Arab Mesir, terutama di Cairo, pada tanggal 25 Januari 2011. Maka, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (DPP PPMI) Mesir Periode XVI Masa Bakti 2010-2011 sebagai representasi seluruh elemen Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir menyatakan sikap:

1. Menghormati sikap rakyat Mesir yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi tersebut sebagai bentuk penegakan kebebasan berpendapat dalam kehidupan berdemokrasi.

2. Mengimbau seluruh elemen Pelajar dan Mahasiwa di Indonesia di Mesir untuk bersikap waspada, di antaranya supaya tidak mendekati tempat-tempat terjadinya aksi demonstrasi; Sekitar Ramses, Down Town, Tahrir, Giza, dan lain-lain untuk sementara karena alasan keamanan.

3.Mengimbau seluruh elemen Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di mesir untuk membawa kartu pengenal identitas (paspor, kartu pelajar) setipa bepergian keluar rumah.

4. Kepada seluruh organisasi yang berada di bawah naungan PPMI Mesir untuk tetap menjalankan aktifitas yang menunjang akedemis, wawasan kemasyarakatan dan intelektual mahasiswa.

Menyampaikan kepada seluruh Bangsa Indonesia bahwa sampai detik ini kondisi keamanan di Mesir masih Stabil dan aktivitas sekitar 4.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia masih berjalan sebagaimana mestinya.


[forum.vivanews.com]

Monday, January 24, 2011

Ranking dan Peringkat Universitas Terbaik di Indonesia 2011


Berikut Peringkat dan Rangking Universitas Terpopuler di Internet.

Berita fenomenal kali ini datang dari peringkat universitas terbaik di Indonesia versi 4ICU. Peringkat 4ICU terbaru ini dirilis pada minggu kedua bulan ini. Lembaga ini melakukan pemeringkatan terhadap 10.200 peguruan tinggi di 200 negara. Peringkat popularitas tersebut diukur berdasarkan tiga parameter, yaitu Google Pagerank, inbound link Yahoo, dan web traffic berdasarkan Alexa.

Berikut adalah daftar 10 besar perguruan tinggi Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar 4ICU terbaru:

Institut Teknologi Bandung (ranking 32 dunia)
Universitas Indonesia (ranking 155 dunia)
Universitas Gadjah Mada (ranking 621 dunia)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ranking 779 dunia)
Universitas Gunadarma (ranking 1058 dunia)
Universitas Sumatera Utara (ranking 2010 dunia)
Universitas Diponegoro (ranking 2023 dunia)
Universitas Bina Nusantara (ranking 2070 dunia)
Universitas Pendidikan Indonesia (ranking 2212 dunia)
Universitas Sebelas Maret (ranking 2218 dunia)

[forum.vivanews,com]

Monday, December 6, 2010

Ribuan Umat Islam Peringati 1 Muharam

Ribuan umat Islam, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) Madrasah, pengurus masjid hingga kelompok Majelis Taklim se Kabupaten Bantaeng, Sulsel, berpawai memperingati hari besar Islam 1 Muharam.

Kegiatan tersebut dirangkaikan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bantaeng ke-756 yang jatuh pada 7 Desember 2010.

Pawai yang dilepas Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di depan Kantor Bupati, Minggu, menempuh rute jalan poros kemudian membelok ke jalan Merpati dan berakhir di Masjid Agung Syeh Abdul Gani.

Usai pawai, para peserta diberi door prize masing-masing Rp5 juta/kelompok. Panitia bahkan menyiapkan hadiah umroh kepada peserta dewasa.

Khusus peringatan HUT ke-756 Kabupaten Bantaeng, dilakukan berbagai lomba yang dipusatkan di Marina Beach Korong Batu.

Kegiatan lomba yang diprakarsai Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng tersebut diantaranya lari karung estafet, lomba kelereng estafet, lomba perahu, bola keranjang, joget balon, pecah semangka dan berbagai lomba lainnya.

Selain itu, juga dilakukan pertandingan masak nasi goreng yang diikuti Bupati Bantaeng, unsur Muspida, pimpinan SKPD dan camat se Kabupaten Bantaeng.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah saat itu juga melakukan penanaman pohon ketapang di sepanjang pantai Korong Batu.

Penanaman pohon tersebut diharapkan menambah keteduhan di sepanjang pantai, tambah Kepala Bapedalda Ir Asaduddin.

Friday, December 3, 2010

Waw, ITB dan UI Bikin Alat Penyembuh Stroke Lewat Pikiran

Jakarta, Berbagai terapi standar dan terapi alternatif dilakukan untuk mempercepat pemulihan stroke. Kini ilmuwan dari ITB dan UI tengah bekerjasama untuk mengembangkan alat bantu untuk pasien stroke dengan hanya menggunakan pikiran tanpa menyentuhnya yang dinamakan Brain Computer Interface (BCI).

Pasien pasca stroke dengan berbagai stadium senantiasa berkeinginan serta berusaha untuk menemukan kembali kemampuannya, mulai dari kemampuan gerak motorik, berbicara, berpikir hingga pengembalian kemampuan kognitifnya.

Prosedur rehabilitasi yang biasa dilakukan adalah rehabilitasi standar dari dokter rehabilitasi medik dengan menggunakan peralatan stimulasi listrik, Ultrasono dan berbagai alat bantu listrik mekanik lainnya.

Selain terapi standar, pasien biasanya dapat mengkombinasikannya dengan terapi alternatif mulai dari akupunktur, acupressure, herbal, ion, yoga dan meditasi, hingga terapi moderen dengan menggunakan Trans Cranial Stimulation atau pun Brain Stimulation. Upaya ini dapat dikatakan sebagai usaha melakukan stimulasi luar-dalam dari diri pasien.

Tapi kini Fakultas Elektronika & Informatika ITB dan Fakultas Kedokteran UI kini tengah mengembangkan alat bantu gerak hanya dengan bantuan pikiran tanpa menyentuhnya, yaitu Brain Computer Interface (BCI).

"Dengan BCI, kita menggunakan sinyal dari otak untuk dapat menggerakkan benda tanpa menyentuhnya. Jadi seperti di film Avatar, pasien stroke nantinya bisa menggerakkan apa saja cukup dengan pikiran di kepalanya," jelas Prof Dr Ir Tati R Mengko, Guru Besar Fakultas Teknik Elektronika dan Informatika ITB, di sela-sela acara seminar 'Don't Worry Be Happy After Stroke' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

Menurut Prof Tati, penelitian ini merupakan hasil kerjasama antara Laboratorium Elektronika, Biomedika dan Kendali ITB dengan Pusat Kajian Otak di FK UI.

"Tadinya teknologi ini bukan ditujukan untuk pasien stroke, tetapi untuk mendeteksi gelombang alfa di otak. Gelombang alfa bisa mendeteksi kantuk, jadi bisa diaplikasikan untuk para supir. Kalau ngantuk alatnya bunyi biar nggak jadi ngantuk lagi. Tapi setelah dikaji, aplikasinya juga bisa digunakan untuk membantu pemulihan pasien stroke," jelas Prof Tati lebih lanjut.

BCI ini dalam pengembangannya diusahakan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi orang yang memiliki keterbatasan fisik atau dapat digunakan sebagai bagian dari teknologi asistif (teknologi alat bantu).

Prof Tati mengatakan, teknologi BCI ini masih dalam tahap awal riset dan pengembangan. Namun adanya kenyataan ini merupakan langkah positif dalam mewujudkan harapan orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti pasien stroke untuk dapat memiliki tangan atau kaki yang dapat bebas digerakkan sesuai pikiran, tanpa harus menyentuh atau beranjak.

"Saya belum bisa mengatakan kapan teknologi ini bisa selesai. Ini juga belum diujikan kepada pasien stroke. Masih butuh pengembangan dan tentunya dana. Selama 3 tahun ini kami masih menggunakan dana penelitian dari kampus. Pernah coba mengajukan proposal ke Kementerian Riset dan Teknologi, tapi mungkin belum terlalu penting jadi ditolak. Nanti kami akan coba ajukan proposal lagi dengan model baru ke Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan bisa," harap Prof Tati.

[sumber: http://www.detikhealth.com/read/2010/12/03/162810/1508665/763/itb-dan-ui-bikin-alat-penyembuh-stroke-lewat-pikiran?l991101755]

Thursday, December 2, 2010

Unibraw akan Buka Lokasi Perkuliahan Baru di Kediri


Kediri - Meski UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) oleh Mahkamah Konstitusi dinyatakan inkonstitusional, penerapannya oleh sejumlah perguruan tinggi terus bermunculan. Yang terbaru Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, secara resmi akan membuka lokasi perkuliahan baru di Kota Kediri.

Kepala Sub Bagian Pemberitaan Humas Pemerintah Kota Kediri Afif Permana membenarkan rencana pendirian lokasi perkuliahan baru oleh Unibraw. Kedua belah pihak diakui menemukan kata sepakat atas kerjasama dengan penandatanganan MoU akan dilakukan, Rabu (1/12/2010) mendatang.

"Ini bukan cabangnya Unibraw di Kediri, tapi resmi perguruan tinggi baru dibangun oleh Unibraw di Kediri. Untuk namanya mungkin Unibraw di Kediri, dan pastinya bagaimana ada dalam MoU nanti," kata Afif saat ditemui detiksurabaya.com di Balaikota, Jumat (26/11/2010).

Afif menambahkan, Unibraw memilih Kota Kediri sebagai lokasi perkuliahan baru dengan alasan letak geografis yang dianggap strategis. Kota Kediri dianggap tepat menjaring calon mahasiswa dari Jawa Timur wilayah barat dan selatan. Meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri serta Madiun dan sekitarnya.

Ditegaskan oleh Afif, alasan lain Unibraw membuka lokasi perkuliahan baru atas dasar profit oriented, seperti yang diatur dalam UU BHP. "Undang-undangnya mengizinkan lembaga pendidikan mengejar keuntungan dan ini mungkin salah satu realisasinya. Realnya adalah dengan berusaha mendapatkan mahasiswa sebanyak-banyaknya," tegasnya.

Sementara Walikota Kediri Samsul Ashar, dikonfirmasi mengenai terjalinnya kerjasama pendirian lokasi perkuliahan dengan Unibraw, berharap bisa menjadi titik balik pertumbuhan perekonomian secara pesat. Dia mencontohkan, Kabupaten Jember bisa memiliki pertumbuhan ekonomi rata-rata 10% per tahun, setelah keberadaan Universitas Negeri Jember (Unej) menjadi salah satu penopangnya.

"Kita di Kediri saat ini masih 5,54% dan dengan adanya UB saya berharap pertumbuhan ekonomi bisa digenjot. Banyak sektor di sana, termasuk yang bisa dijalankan secara langsung oleh masyarakat," tandas Samsul.

Informasi dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, dalam kesepakatan bersama Unibraw, Pemkot Kediri menyediakan tanah seluas 23 hektar di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, sebagai lokasi pendirian lokasi perkuliahan. Unibraw dalam kepemilikannya akan membeli tanah dengan biaya pembangunan juga ditanggung oleh salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.

Sebelumnya, MK telah memutuskan UU BHP inskonstitusional 31 Maret 2010 lalu, setelah menilainya bertentangan dengan UUD 1945. Atas keputusan tersebut, UU BHP dinyatakan tidak memiliki keputusan hukum tetap untuk bisa diberlakukan.

Tuesday, October 26, 2010

Tahu Kenapa PTS Ogah Ajukan Akreditasi?

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Suharyadi memaparkan, banyak perguruan tinggi swasta (PTS) ternama yang saat ini juga turun nilai akreditasinya. Banyak PTS kecil dan baru belum mengajukan akreditasi karena penilaian yang ada sekarang ini tidak mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

Kami melihat antara program Ditjen Pendidikan Tinggi dan BAN-PT tidak sinkron dan merugikan PTS yang sudah diberi izin operasional.
-- Suharyadi

”Untuk evaluasi dalam borang yang terbaru tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami melihat antara program Ditjen Pendidikan Tinggi dan BAN-PT tidak sinkron dan merugikan PTS yang sudah diberi izin operasional,” kata Suharyadi.

Jika hanya mengandalkan BAN-PT yang tenaganya dan dananya terbatas, kata Suharyadi, persoalan akreditasi program studi perguruan tinggi tidak akan tuntas. Selain merugikan perguruan tinggi, masyarakatlah yang paling terkena imbasnya.

Bambang Supriyadi, Koordinator Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan, dari 530 program studi PTS di Yogyakarta, ada 140 program studi yang belum diakreditasi. Hal itu karena program studi masih baru atau memang belum diajukan. Sementara program studi yang sudah terakreditasi ada yang statusnya sudah kedaluwarsa.

”Bukannya PTS tidak mengurus. Banyak yang sudah mengajukan, tetapi hingga enam bulan belum diproses. Jadinya kedaluwarsa,” kata Bambang.

Menurut Bambang, jika mengandalkan BAN-PT memang sulit untuk menuntaskan akreditasi semua program studi. Pemerintah bisa saja mengembangkan badan akreditasi lain sesuai rumpun keilmuan yang tetap bekerja sama dengan BAN-PT. ”Perlu terobosan karena dengan sistem yang sekarang, proses akreditasi belum sesuai harapan,” ujar Bambang.

[sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/27/10254058/Tahu.Kenapa.PTS.Ogah.Ajukan.Akreditasi-14]