Jakarta, Herbal asli Indonesia kurang diminati kalangan medis karena tidak banyak bukti ilmiah tentang khasiatnya. Sebelum dibajak negara lain, pemerintah akan menggalakkan penelitian obat alami dengan membentuk Komnas Saintifikasi Jamu.Langkah ini diharapkan bisa mencegah pembajakan sumber daya hayati atau biopiracy. Seperti diungkap Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr Hardhi Pranata SpS, biopiracy atas herbal asli Indonesia telah beberapa kali terjadi.
"Kunyit dipatenkan di Jerman, meskipun oleh peneliti dari Bandung. Temulawak dipatenkan di Amerika, tapi saya kurang tahu oleh siapa yang jelas itu akan sangat merugikan bagi kita," ungkapnya saat dihubungi detikHealth, Kamis (21/10/2010).
Bukan sekedar untuk menangkal biopiracy, penelitian berbagai herbal asli Indonesia perlu digalakkan agar masing-masing punya bukti ilmiah atas khasiatnya. Jika sudah terbukti, dokter tidak ragu-ragu lagi untuk meresepkannya pada pasien.
Untuk itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Permenkes Nomor 003/2010 telah mencanangkan program Saintifikasi Jamu. Sebagai pengawal sekaligus pembinanya, dibentuklah Komisi Nasional Saintifikasi Jamu yang melibatkan sejumlah pihak.
"Komnas Jamu sudah terbentuk, sudah ada SK-nya. Hari ini rapat pertama di Bali," ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, Prof dr Agus Purwadianto, SH, MSi, SpFF (K) saat dihubungi detikHealth, Kamis (21/10/2010).
Komnas ini melibatkan ilmuwan dan akademisi dari beberapa kampus yakni UI, ITB, IPB, Undip, Unair dan UGM. Organisasi profesi juga dilibatkan, meliputi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Gabungan Pengusaha (GP) Jamu.
Sedangkan untuk mengkaji keaslian herbal-herbal Indonesia, salah satu anggota Komnas didatangkan dari kalangan ahli sejarah. Prof Agus mengungkap pakar tersebut adalah Prof Rusmin Tumanggor, antropolog kesehatan dari UIN Syarif Hidayatullah.
[sumber: http://www.detikhealth.com/read/2010/10/21/160012/1471457/763/komnas-jamu-siap-kawal-herbal-asli-indonesia?l991101755]

No comments:
Post a Comment