Thursday, October 21, 2010

Dunia Tinggal di Penjara, Pangeran Saudi Diperas

Pangeran pembunuh pembantu itu mengaku tidak sanggup hidup di penjara

Seorang pangeran Arab Saudi, yang menjadi terpidana kasus pembunuhan di Inggris, susah makan dan tidur di penjara. Terpidana bernama Saud Abdulaziz bin Nazer al Saud bahkan telah menjadi sasaran pemerasan oleh sesama napi, yang menganggapnya sebagai orang kaya.

Menurut laporan dokter yang menanganinya, Saud menderita gangguan penyesuaian yang menyebabkannya tidak bisa makan dan tidur. Bahkan dia sulit berkonsentrasi saat bercakap-cakap dengan pengacaranya. Dalam sidang pengadilan di London, Rabu 20 Oktober 2010, Saud divonis penjara seumur hidup karena bersalah membunuh seorang pembantunya.

“Kami telah memberinya obat tidur dan valium, tapi dia tetap tidak bisa tidur,” ujar Dokter Phillip Joseph seperti dilansir dari laman harian The Independent. Joseph mengatakan bahwa perubahan drastis dari kehidupan yang serba mewah dengan kehidupan penjara yang serba terkungkung membuat Saud menderita gangguan mental.

“Menempatkannya di sebuah tempat asing membuatnya sulit untuk beradaptasi. Hari ini dia terlihat lebih stress lagi dan mengaku tidak sanggup hidup di penjara,” ujarnya lagi.

Joseph mengatakan bahwa Saud terlihat seperti orang bingung di penjara. Dia hanya menghabiskan harinya di tempat tidur dalam selnya. Orang seperti ini, ujarnya, mengaku tidak sanggup hidup di penjara, mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri karena depresi.

Karena posisinya sebagai pangeran Saudi, dia juga kerap menjadi sasaran pemerasan dari sesama tahanan. Saud dikabarkan ketakutan ketika melihat perkelahian di penjara dan dia juga khawatir seorang tahanan mengambil foto dirinya dan menjualnya ke media.

Maka, pengacaranya, Michael Wolkind, meminta hakim untuk memberikan keringanan kepada Saud dengan membiarkannya menjalani tahanan rumah. Wolkind mengatakan bahwa Saud akan diawasi dengan ketat siang dan malam oleh penjaga dari kemiliteran.

Untuk penjagaan seperti ini dikabarkan akan memakan biaya sebanyak 1 juta poundsterling atau sekitar Rp14 miliar.

Sebelumnya, pembayaran jaminan atas Saud ditolak oleh pengadilan karena khawatir Saud dapat kabur ke negaranya. Inggris tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Arab Saudi sehingga sulit untuk membawa Saud kembali.

[sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/184152-tinggal-di-penjara--pangeran-saudi-diperas]

No comments:

Post a Comment