Jakarta - Sjahril Djohan mengaku sering berada di lingkungan Bareskrim Mabes Polri karena menjadi penasihat ahli untuk persoalan narkoba. Dalam persidangan Komjen Susno Duadji, dia menunjukan Surat Keputusan (SK) penetapan dirinya yang ditandatangani Direktur IV Narkoba Brigjen Pol Indradi Tanos."Saya penasihat ahli Direktorat IV Narkoba Bareskrim. Ada SK-nya," kata Sjahril sambil menunjukan surat tersebut saat bersaksi untuk Komjen Susno Duadji di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (4/11/2010).
Namun salah satu hakim, Artha Theresia menyangsikan jabatan fungsional tersebut. Sebab, latar belakang Sjahril tidak ada kaitannya dengan narkotika dan obat terlarang.
"Anda punya pendidikan tentang Narkoba? Tahu tentang Narkoba?" tanya Artha. "Tidak," jawab Sjahril.
"Kok bisa? Kan aneh. Saksi tahu, kan keheranan majelis," ucap Artha.
Ketua majelis hakim, Charis Mardiyanto juga merasa janggal dengan jabatan tersebut.
"Kalau nama saudara tidak disebut-sebut terdakwa, apakah Anda akan menceritakan semuanya ini?" tanya Charis.
"Tetap saya akan ceritakan sebenarnya," jawab Sjahril.
"Wah hebat saudara, sangat tepat saudara ditunjuk sebagai penasihat ahli Narkoba. Tepatnya penasihat spiritual," seloroh Charis diiringi senyum pengunjung sidang.
Meski menjabat sebagai penasihat ahli bidang Narkoba, sehari-hari Sjahril 'ngantor' di samping ruang Wakapolri. Berdasar saksi di sidang sebelumnya, Sjahril memperoleh layanan dari para polisi wanita seperti untuk membuat kopi. Bahkan, tiap kali bersidang, terpidana 1,5 tahun penjara tersebut selalu memperoleh pengawalan dari 2 anggota provost.
[sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/11/04/161249/1485949/10/sjahril-djohan-mengaku-penasihat-narkoba-bareskrim?nd991103605]


No comments:
Post a Comment