Jakarta- Marah membuat area sisi kiri otak menjadi aktif. Ini terkait dengan emosi positif, tulis penelitian terbaru.Sebagai emosi positif marah membuat Anda termotivasi untuk berusaha lebih keras dalam mencapai sesuatu. Studi ini dipublikasikan di jurnal Psychological Science.
Orang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu atau mendapatkan objek tertentu saat merasa adanya manfaat yang besar. Ini biasanya berarti objek itu bernilai positif dan membuat Anda bahagia, ujar Henk Aarts dari Utrecht University, Belanda, penulis studi ini.
Dia dan koleganya ingin melihat tingkat ketertarikan seseorang terhadap sesuatu. Ternyata dalam uji coba itu, koresponden menunjukkan keinginan begitu besar untuk mendapatkan suatu objek dengan wajah marah. Namun, mereka melakukan ini tidak pada benda yang berkaitan dengan amarah mereka.
Ini juga menjelaskan soal evolusi dari motivasi manusia. Dalam situasi di mana makanan sangat terbatas, makanan dikaitkan dengan kemarahan seseorang menjadi lebih agresif untuk melakukan serangan tertentu demi mendapatkan makanan lebih banyak.
"Jika makanan tersebut tidak membuat Anda marah atau menciptakan agresi dalam pola pikir Anda, maka Anda mungkin akan kelaparan dan kalah dalam pertempuran," ujar Aarts.
Namun partisipan di studi ini tidak tahu bahwa keinginan mereka terhadap objek tersebut karena kemarahan.
Saat Anda bertanya kepada mereka soal alasan mereka mendapatkan benda itu, mereka hanya menjawab karena saya suka, kata Aarts lagi.
Ini menunjukkan betapa sedikitnya pemahaman kita soal motivasi pribadi.
[sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/945902/marah-apakah-positif-atau-negatif]


No comments:
Post a Comment