Jakarta - Tim peneliti tsunami yang diterjunkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan EOS (Earth Observatory of Singapore) terdiri dari para pakar keilmuan.Mereka adalah, DR Danny Hilman (LIPI), Prof Kerry Siech (Singapura), Ir Bambang Widyoko (LIPI), DR Jose Borrero (Amerika), DR Herman Fritz (Amerika), DR Li Lin-Lin (Singapura), Qiu Qiang (NTU Singapura), Tius (Kandidat Doktor Great-CrATER ITB), DR Eko Yulianto (LIPI), Prof. DR Kenzi Shitake (Jepang), DR Nishimura (Jepang), dan Purna (Kandidat Doktor-Jepang).
Rencananya tim akan berangkat Hari Jumat, tanggal 5 November dari Bengkulu menuju Pulau Pagai dengan memakai KM Andalas. Diperkirakan tim akan melakukan survei lapangan selama 10 14 hari.
Hasil kajian ini nanti diharapkan akan membantu para ahli untuk lebih mengerti tentang apa yang sudah terjadi di Mentawai. Dari model yang valid ini nantinya dapat lebih mengerti kenapa kejadian tsunami 26 Oktober ini memakan demikian banyak korban.
Selain itu model ini juga akan membantu para ahli untuk mengetahui di mana sumber patahan gempa yang membangkitkan tsunami tersebut. Selanjutnya diharapkan para ahli dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang sumber gempa 26 Oktober 2010 ini dan karakteristik tsunami.
Penelitian ini juga bermanfaat untuk memprediksi lebih akurat lagi tentang potensi dampak bencana dari gempa besar yang menurut prediksi ilmiah masih akan terjadi lagi dikemudian hari dengan kekuatan dapat mencapai 8.8 SR.
[sumber: http://www.inilahjabar.com/read/detail/946392/inilah-para-peneliti-yang-terjun-ke-mentawai]
No comments:
Post a Comment